Besok, Siklon Seroja Bisa Picu Gelombang Seperti Tsunami

POLKAM  SELASA, 06 APRIL 2021 | 23:50 WIB

Besok, Siklon Seroja Bisa Picu Gelombang Seperti Tsunami

Penjelasan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati tentang Siklon Tropis Seroja besok, Rabu (7/4/2021), bisa seperti tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Karenanya diingatkan agar semua waspada.

Menurut dia,  kondisi Siklon Seroja yang menerjang NTT dan sekitarnya tidak lazim terjadi. Siklon Seroja memiliki kedahsyatan hingga masuk ke daratan. Bisa memicu gelombang tinggi air laut mirip dengan tsunami.

Dalam siaran langsung di Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (6/4/2021), Kepala BMKG mengatkan bahwa Siklon Tropis Seroja ini baru yang pertama kali benar-benar cukup dahsyat karena masuk sampai ke daratan. Ini yang tidak lazim.

Pihaknya membuat kesimpulan awal bahwa ada kaitan antara Siklon Seroja dengan pemanasan global. Akan tetapi, Dwikorita menekankan antisipasi dampak siklon ini agar tak terulang di kemudian hari.

Oleh karena itu, lanjutnya, perlu dievaluasi karena penyebabnya adalah semakin panasnya suhu muka air laut yang tentunya laut itu tempat mengabsorpsi CO2 dan itu adalah dampak dari gas rumah kaca, bisa dirunut ke sana, ini baru hipotesis tapi ada korelasi dengan peningkatan suhu muka air laut yang dipengaruhi juga oleh global warming.

"Benar-benar harus dimitigasi, kalau tidak kondisi siklon ini akan menjadi rutin setiap tahun. Ini harus diantisipasi," kata Dwikorita.

Siklon Seroja merupakan yang kesepuluh terdeteksi BMKG. Siklon ini yang terkuat dibanding siklon-siklon sebelumnya di Indonesia.

"Perlu disampaikan siklon Tropis Seroja merupakan siklon kesepuluh yang terdeteksi oleh Tropical Cyclon Warning Center BMKG Jakarta yang nampaknya merupakan yang paling kuat dibandingkan siklon-siklon sebelumnya," tegasnya.

Inilah siklon tropis yang dinamai 2008:
2008: Durga
2010: Anggrek
2014: Bakung
2017: Cempaka & Dahlia
2018: Flamboyan & Kenanga
2019: Lili
2020: Mangga
2021: Seroja

Faktor yang menyebabkan Siklon Tropis Seroja menguat salah satunya naiknya suhu muka air laut di wilayah perairan tersebut. Suhu muka air laut di wilayah perairan tersebut tercatat sudah mencapai 30 derajat Celsius yang mestinya rata-rata sekitar 26 derajat Celsius.

Ada kengerian lain yang diungkap Dwikorita soal Siklon Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur. Dampak Siklon Seroja dikhawatirkan mirip tsunami.
 

"Dampak sekitar tanggal 7 adalah selain hujan lebat tetapi juga angin yang kencang dan gelombang tinggi, yang dikhawatirkan, ini mirip tsunami, jadi gelombang tinggi itu masuk ke darat, meski tidak sama dan tidak sekuat gelombang tsunami, tapi sama-sama masuk ke darat dan dapat merusak," ujar Dwikorita.

Dwikorita menduga ketinggian gelombang yang bakal terjadi di Nusa Tenggara Timur sekitar 4-6 meter. Sebagai pembanding, ketinggian gelombang di Samudera Hindia mencapai 6 meter.

"Ini yang perlu diwaspadai," tegas dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan BMKG untuk menyampaikan peringatan cuaca ekstrem secara lebih maksimal supaya masyarakat bisa lebih waspada. Dampak Siklon Seroja ini mendapat perhatian Jokowi.

"Saya minta BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari siklon tropis Seroja ini," kata Jokowi dalam rapat terbatas penanganan bencana di NTB dan NTT.[ros]


Komentar Pembaca