PERINGATAN BMKG, Masyarakat Jawa Tengah Harus Waspada

POLKAM  SELASA, 06 APRIL 2021 | 22:50 WIB

PERINGATAN BMKG, Masyarakat Jawa Tengah Harus Waspada

 MoeslimChoice.Di saat perhatian masyarakat dan Pemerintah tertuju ke wilayah Indonesia Bagian Timur, terutama Provinsi Nusa Tenggara Timur, BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap mengeluarkan peringatan.

Masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) harus waspada, karena diprediksi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah provinsi ini dalam tiga hari ke depan.
 
"Berdasarkan data hasil analisis dinamika atmosfer yang dirilis BMKG Ahmad Yani Semarang menunjukkan bahwa fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) masih terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan awan hujan," kata analis cuaca BMKG Stasiun Meterologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan dikutip dari Antaranes.com, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu, BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta telah merilis adanya Siklon Tropis Seroja di Laut Sawu, sebelah barat daya Pulau Timor, dan masih adanya bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra. Baca Juga: Serka Edi Maryono Tewas Ditusuk, Saksi Ungkap Detik-detik Kejadian Menurut dia, intensitas siklon tropis dan bibit siklon tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

"Secara tidak langsung keberadaan siklon tropis dan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer. Selain itu didukung massa udara yang labil serta kelembaban udara yang cukup tinggi dari lapisan bawah hingga lapisan atas dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan dapat mendorong peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah Jawa Tengah," katanya.

Rendi mengatakan berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Ahmad Yani Semarang memprakirakan dalam periode tiga hari ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah.

Dalam hal ini, kata dia, potensi cuaca ekstrem pada 6 April 2021 berpotensi di Cilacap, Banyumas, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Banjarnegara, Pati, Kudus, Blora, Rembang, Demak, Wonosobo, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, Magelang, Boyolali, Karanganyar, dan sekitarnya. Sementara pada tanggal 7 April 2021 berpotensi di Cilacap, Banyumas, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Purwodadi, Sragen, Banjarnegara, Wonosobo, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Purworejo, Kebumen, dan sekitarnya.

Selanjutnya pada tanggal 8 April 2021 berpotensi di Cilacap, Banyumas, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Purwodadi, Sragen, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Magelang, dan sekitarnya.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan diikuti angin kencang dan sebagainya serta dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," katanya. [ros]


Komentar Pembaca