Tegas, Polda Jambi Tutup 50 Sumur Illegal Drilling

POLKAM  SELASA, 06 APRIL 2021 | 22:10 WIB

Tegas, Polda Jambi Tutup 50 Sumur Illegal Drilling

Kegiatan masyarakat melakukan penambangan minyak secara liar dengan illegal drilling telah merugikan banyak pihak dan negara. Karena itu Kepolisian Daerah (Polda) Jambi bersama tim gabungan melakukan penutupan.

Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Selasa (6/4/2021), Wadireskrimsus Polda Jambi AKBP Muhammad Santoso mengatakan, Tim Gabungan dari Polda Jambi, Polres Batanghari dan Polisi Kehutanan serta pihak Pertamina berhasil melakukan penutupan sumur minyak ilegal drilling di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Sebelum melakukan penutupan sumur minyak ilegal ilegal itu, masyarakat sudah diberikan imbauan serta sosialisasi. Menurut AKBP Muhammad Santoso, diharapkan para pelaku illegal drilling itu sadar dan tidak mengulangi perbuatan mereka.

"Karena kegiatan ini banyak yang dirugikan, selain kegiatan ini tidak ada pendapatan untuk Negara, dimana bumi dan air merupakan kekayaan Negara. Secara tidak langsung Negara dirugikan," katanya.

Selain itu juga ada dampak lingkungan hidup yang cukup parah. Di bekas sumur ilegal banyak minyak yang tercecer. Limbah ini menyebabkan kerusakan lingkungan.

Sementara itu Kepala Desa Bungku Sandhya Ananda menyambut baik penutupan tersebut. Sebelum ada razia sekitar 80 sumur minyak yang beroperasi, dan setelah razia saat ini sekitar 30 sumur yang masih beroperasi.

Sandhya Ananda menceritakan, pemilik lahan mendapat upah dari pelaku illegal drilling Rp 50 ribu per drum. Di Desa Bungku sejak 2016 sudah mulai masuk illegal drilling, tapi gencarnya beroperasi pengeboran minyak liar ini sejak 2018 hingga saat ini.

Menurut dia, masyarakat sekitar lebih tertarik ikut serta dengan para pelaku illegal drilling. Sudah ditawarkan usaha budidaya madu tetapi mayarakat tidak mau, karena masyarakat sekitar sudah nyaman dengan bisnis illegal drilling.[ros]


Komentar Pembaca