Mantan Putra Mahkota Yordania Jadi Tahanan Rumah

Internasional  MINGGU, 04 APRIL 2021 | 23:55 WIB

Mantan Putra Mahkota Yordania Jadi Tahanan Rumah

foto/net

Pangeran Hamza bin Hussein, mantan pewaris takhta Yordania, mengatakan dalam sebuah pernyataan video pada Sabtu (3/4), bahwa dirinya sedang berada di bawah tahanan rumah dan tidak diperbolehkan ke luar rumah, dan tidak diperkenankan berkomunikasi dengan siapa pun.

"Saya membuat rekaman ini hari ini (Sabtu, 3/4) untuk mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dalam beberapa jam terakhir ini dengan penangkapan saya ini. Saya pagi ini, dikunjungi Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yordania. Dia memberi tahu saya, bahwa saya tidak diizinkan ke luar, tidak boleh berkomunikasi dengan orang, atau bertemu dengan mereka," kata Pangeran Hamza, yang merupakan saudara tiri dari Raja Yordania saat ini, Abdullah II.

"Karena dalam pertemuan saya, baik langsung atau lewat media sosial terkait sosialisasi yang saya lakukan, langsung ada kritik dari pemerintah atau raja," tambahnya dalam video yang disampaikan oleh pengacaranya kepada BBC, yang dilansir dari ArabNews.

Hamzah mengatakan, bahwa dia diberi peringatan oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Yordania, Kapolri, dan Kepala Badan Keamanan bahwa dirinya tidak boleh meninggalkan rumahnya, bahwa dia hanya boleh mengunjungi keluarga, dia juga dilarang bermedia sosial, dan juga tidak diizinkan berkomunikasi dengan orang lain.

Hamza menegaskan, bahwa dirinya bukan bagian dari konspirasi asing dan mengecam sistem pemerintahan yang korup. 

Dia berkata, bahwa dia mengatakan kepada panglima militer: "Saya bukan orang yang bertanggung jawab atas kegagalan dalam pemerintahan, atas korupsi dan ketidakmampuan yang telah lazim dalam struktur pemerintahan kita selama 15 hingga 20 tahun terakhir dan telah menjadi lebih buruk dalam beberapa tahun ini. Saya tidak bertanggung jawab atas kurangnya kepercayaan yang dimiliki orang-orang terhadap institusi mereka. Mereka bertanggung jawab."

Mantan Putra Mahkota itu diperintahkan untuk menghentikan segala tindakan yang digunakannya untuk membuat kegaduhan, yang mengancam  "keamanan dan stabilitas" negara, kata militer sebelumnya pada Sabtu (3/4).

Dalam pernyataan yang diterbitkan di kantor berita negara, panglima militer, Yusef Huneity membantah laporan bahwa Pangeran Hamza telah ditangkap, tetapi mengatakan, bahwa Pangeran Hamza hanya dilarang ke luar rumah dan tidak berhubungan dengan orang lain. Hal tersebut demi keamanan dan stabilitas Yordania. Sayangnya, Yusef tidak merinci tindakan apa itu. [mt]


Komentar Pembaca