Bahaya! Anak Muda Banyak Terpapar Radikalisme dari Medsos

POLKAM  MINGGU, 04 APRIL 2021 | 07:15 WIB

Bahaya! Anak Muda Banyak Terpapar Radikalisme dari Medsos

Haris Amir Falah/Net

Mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah mengungkapkan jika banyak anak muda terpapar radikalisme dan terorisme dari media sosial.

Kecanggihan teknologi, kata dia, mempermudah para kelompok maupun jaringan terorisme dalam merekrut anggota.

"Sekarang itu karena teknologi sudah canggih, orang itu bisa direkrut tanpa bertemu muka. Mereka bisa aktif berdialog dibina lewat media sosial," kata Haris dalam diskusi 'Bersatu Melawan Teror' yang disiarkan daring di Youtube, Sabtu (3/4/2021).

Haris mengatakan, instrumen media sosial membuat para pelaku lebih mudah dibaiat tanpa harus bertemu langsung. Berbeda dengan zamannya yang kebanyakan perekrutan dilakukan dengan menyusupi diskusi-diskusi pengajian.

"Sistem baiat sekarang, kan, tidak harus bertemu. Mereka bisa di kamar sendirian kemudian berbaiat, kemudian sudah terikat. Jadi bisa sekali didoktrin tanpa tatap muka," kata Haris.

Sebagaimana diketahui, sejumlah serangan teror yang belakangan terjadi seperti di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan dan Mabes Polri Jakarta dilakukan oleh kalangan generasi milenial.

Serangan pertama terjadi di depan Gereja Katedral Makassar berupa aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri berinisial L dan istrinya YSR pada Minggu (28/3). Keduanya disebut masih berusia sekitar 26 tahun.

Tiga hari berselang, seorang perempuan berinsial ZA berusia 25 tahun yang terpapar ideologi ISIS menyerang Mabes Polri.[tyo]


Komentar Pembaca