BST Distop, DPRD Pacitan: Ini Perlu Dikaji Lagi

Daerah  SABTU, 03 APRIL 2021 | 15:15 WIB | Suluh Apriyanto

BST Distop, DPRD Pacitan: Ini Perlu Dikaji Lagi

foto/net

Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar 300.000 rupiah perbulan untuk masyarakat terdampak Covid-19, kini sudah tiada lagi. Pasalnya, Kementerian Sosial telah menghentikan bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19 pada bulan Maret 2021, dengan dalih kurangnya anggaran.

Tapi di sisi lain, pemerintah memberikan suntikan dana untuk Jiwasraya sebesar 20 Triliun rupiah. Adilkah Pemerintah dalam membantu rakyatnya di tengah-tengah yang serba sulit ekonomi seperti saat ini.

Hal tersebut langsung mendapat respon dari Ririn Subiyanti, anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pacitan, Jawa Timur. 

"Di saat pandemi seperti ini, tentunya rakyat miskin semakin bertambah banyak. Mereka dalam situasi yang masih butuh waktu dan energi untuk bangkit, tapi pemerintah kemudian memberi kebijakan yang menyakitkan dengan dihapuskannya BST tersebut," kata Ririn Subiyanti kepada kontributor Moeslimchoice.com, di Pacitan, Sabtu (3/4).

Seharusnya, lanjut Legislator dari partai PKS di Pacitan ini, Pemerintah boleh saja menghentikan BST tersebut, namun dengan syarat bila Covid-19 kasusnya sudah mereda, ekonomi sudah sedikit mulai bangkit dari keterpurukan.

"Ini tentunya perlu dikaji lagi. Sekarang saja kasus Covid-19 masih belum reda, ekonomi belum menampakkan kebangkitan. Sedangkan BST sudah di tiadakan. Yang kita pikirkan sebagai wakil rakyat, tentunya bagaimana nasib-nasib mereka yang hidupnya masih serba sulit dalam hal ekonomi. La ini malah Jiwasraya digelontor dana puluhan triliun," imbuh anggota DPRD Pacitan periode 2019-2024 ini.

Terpisah, Sujar (45), salah satu warga Pacitan penerima BST, mengaku sangat kecewa dengan keputusan Pemerintah yang tidak mengedepankan kepentingan masyarakatnya dengan menghentikan BST.

Sujar pun hanya bisa pasrah. Bagaimana tidak, menurutnya, yang namanya rakyat tidak berani berbuat apa-apa, meski harapannya agar pemerintah pusat memikirkan nasib isi perut rakyatnya dengan tetap menyalurkan BST, bukan malah menghentikannya.

"Pastinya kita ini sebagai rakyat yang terdampak Covid-19 sangat kecewa dengan Pemerintah. Ekonomi sangat sulit, harga-harga semakin mahal. Tapi apalah daya? Hanya pasrah sajalah kita-kita ini," ucapnya pasrah. [mt]


Komentar Pembaca