Ultimatum Men-PANRB, Guru Agama akan Mogok Nasional

Pendidikan  SABTU, 06 MARET 2021 | 16:30 WIB

Ultimatum Men-PANRB, Guru Agama akan Mogok Nasional

Guru-guru agama honorer dari seluruh penjuru Indonesia akan melakukan mogok massal mengajar. Ini dilakukan bila Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANRB) Tjahjo Kumolo tidak memberikan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada mereka.

Demikian terungkap dari pernyataan Ketua Umum DPP Asosiasi Guru PAI Indonesia (AGPAII) Mahnan Marbawi, Sabtu (6/3/20210, di mana ia menyebut bahwa tidak adanya formasi PPPK untuk guru agama di luar formasi 9 untuk sisa honorer K2 pada rekrutmen PPPK Februari 2019, menunjukkan ketidakadilan pemerintah.

Menurut dia, guru agama yang sebagian besar honorer, memegang peranan sangat penting dalam menciptakan generasi berakhlak mulia. Sayangnya, hak-hak mereka untuk meningkatkan statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) PPPK tidak diberikan.

Ia menilai, formasi PPPK untuk guru agama di luar honorer K2 tidak ada merupakan bentuk ketidakadilan terhadap guru pendidikan agama. Karena itu ada desakan ada desakan guru-guru agama untuk melakukan mogok mengajar nasional. Namun, keinginan itu masih ditahan.

"Kawan-kawan dari guru agama dan pendidikan agama Islam (PAI) sudah mendesak mogok mengajar, cuma masih saya cegah. Saya minta mereka bersabar sampai akhir Maret ini untuk mendengarkan pengumuman resmi pemerintah soal rekrutmen CPNS dan PPPK," akunya.

Dikatakannya bahwa bila dalam pengumuman Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo akhir bulan ini, formasi PPPK untuk guru agama di luar honorer K2 tidak ada desakan mogok mengajar tidak bisa dicegah lagi.

Mogok mengajar menjadi jalan terakhir bagi guru-guru agama terutama PAI untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

"Apa bedanya kami dengan guru-guru-guru honorer mata pelajaran lainnya. Memang guru agama di bawah Kementerian Agama. Kemenag tidak sama dengan Kemendikbud. Padahal sama-sama dipimpin menteri," tuturnya.

Dia menambahkan, permintaan formasi PPPK untuk guru agama sudah disuarakan AGPAII sejak Desember 2020. Sayangnya, sampai sekarang permintaan tersebut belum dikabulkan pemerintah.

"Saat ini kami berharap kuota PPPK yang kosong sebanyak 431.762 formasi diisi dengan guru agama. Sedangkan jumlah guru PAI yang berstatus honorer, ada 188 ribu orang, semoga diberikan kesempatan ikut tes PPPK tahun ini," pungkasnya.

Pada 5 Maret 2021, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengungkapkan, kebutuhan formasi yang diajukan Pemda ke KemenPAN-RB baru 568.238. Arttnya masih ada selisih 431.762 formasi yang belum terisi.[ros]


Komentar Pembaca