Soal Vaksin Lawan Corona B117, Ini Kata Ahli

Kesehatan  JUMAT, 05 MARET 2021 | 23:20 WIB

Soal Vaksin Lawan Corona B117, Ini Kata Ahli

net

Bagaimana jika vaksin Covid-19 yang saat ini beredar tak lagi ampuh atau kehilangan efikasinya sama sekali melawan varian baru virus corona B117.

Menurut Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo jika hal itu terjadi, maka vaksin bisa dimodifikasi jika terbukti tak lagi ampuh lawan varian baru virus corona B117 atau kehilangan efikasinya sama sekali.

"Nampaknya vaksin memang perlu dimodifikasi kalau memang terbukti bahwa vaksin yang ada kehilangan efikasinya sama sekali. Tapi tentu data menunjukkan bahwa antibodi yang dibentuk dari vaksinasi masih ada keampuhan," ujar Ahmad.

Namun, menurutnya hingga saat ini belum ada vaksin yang dilaporkan tidak ampuh melawan mutasi virus SARS-CoV-2. Dia mengatakan hingga saat ini seluruh vaksin yang ada hanya dilaporkan mengalami penurunan efikasi.

"Hingga saat ini vaksin yang ada masih efektif di atas 50 persen, standar WHO. Memang ada penurunan efikasi, tapi masih di atas ambang minimal," ujar Ahmad.

Ahmad menuturkan penurunan efikasi yang dilaporkan tidak begitu signifikan. Misalnya, sejumlah vaksin mengalami penurunan efikasi dari 80 persen menjadi 70 persen. Ahmad tidak menjelaskan secara spesifik vaksin tersebut.

Lebih lanjut, Ahmad menekankan pentingnya pengembang vaksin untuk melakukan pemetaan genom seluruh varian virus yang ada saat ini. Namun, dia berkata pengembang tidak perlu membuat vaksin baru jika vaksin mereka saat ini gagal melawan varian baru.
Modifikasi vaksin

Melansir Health Line, varian baru virus corona yang mengandung mutasi dapat mengurangi efektivitas vaksin. Vaksin Messenger RNA (mRNA) seperti buatan Moderna dilaporkan dapat dengan mudah diubah.

Jadi, meskipun varian baru menghindari vaksin, suntikan dapat dengan mudah dimodifikasi untuk menargetkan mutasi yang muncul.

Menurut ahli penyakit menular dari Yale Medicine, Onyema Ogbuagu vaksin mRNA lebih mudah dimodifikasi jika mengalami penurunan efikasi. Dia menyebut modifikasi hanya membutuhkan waktu selama dua hari.

Sementara modifikasi vaksin berbasis vektor virus dinilai akan jauh lebih sulit untuk diubah.

Melansir The Guardian, Direktur Eksekutif dan ketua konsorsium Covid-19 Genomics UK Sharon Peacock menuturkan vaksin Covid-19 kemungkinan akan terus diperbaharui mengikuti mutasi virus seperti vaksin influenza.

Untuk melakukan itu, laboratorium di seluruh dunia akan terus-menerus mengurutkan genom virus flu yang dikumpulkan dari sampel pasien dan memaparkan virus ini ke antibodi dari orang yang telah divaksinasi.

Hal itu memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi strain mana yang membuat orang sakit, sejauh mana mereka menyebar, dan seberapa baik perlindungan vaksin musim sebelumnya terhadap mereka.

Melansir Washington Post, para ahli penyakit menular optimis varian baru viru corona masih rentan terhadap vaksin Covid-19. Jika virus akan bermutasi lebih lanjut, para ahli mengatakan vaksin dapat dengan cepat diprogram ulang agar tetap efektif melawan varian baru. [irm]


Komentar Pembaca
Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Kamis, 15 April 2021 | 19:05

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Kamis, 15 April 2021 | 13:50