Buntut Cinta Kilat, Calon Pengantin Lapor Polisi

POLKAM  JUMAT, 05 MARET 2021 | 17:30 WIB

 Buntut Cinta Kilat, Calon Pengantin Lapor Polisi

Peristiwa menyakitkan dialami RS (22), warga Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Ia melaporkan calon suaminya ke Mapolda Sumsel lantaran pria yang mengaku Polisi berinisial CN itu menghilang menjelang lamaran.

Informasi yang dihimpun, RS dan CN berkenalan pada November 2020 di salah satu cafe yang berada di kawasan Kenten, Kecamatan Sako, Palembang. Saat itu RS yang sedang makan dihampiri oleh CN, yang lalu mengajaknya berkenalan.

Dari perkenalan tersebut keduanya pun saling bertukaran nomor handphone dan berlanjut menjalin komunikasi. Dalam perkenalan tersebut,  CN mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Briptu dan berdinas di Polda Sumsel.

"Pertama kali berkenalan saya lagi makan lalu tiba-tiba CN datang menghampiri saya dan mengajak bekenalan. Terus dia ajak tukeran nomer hp," ujar RS kepada wartawan saat berada di Mapolda Sumsel seperti dilansir infosumsel.ID, Jumat (5/3/2021).

Kendati baru berkenalan beberapa bulan, RS dan CN sering berkomunikasi dan lalu memutuskan untuk menikah. Selama menjalin asmara RS dan CN beberapa kali bertemu,  salah satu pertemuannya yakni di sebelah Mapolda Sumsel pada Selasa (23/2/2021).

"Waktu bertemu itu dia pake atribut Polisi. Kami makan dan janji,  hari ini dia mau datang ke rumah untuk melamar. Namun dia minta bantuan sejumlah uang untuk lamaran hari ini sebesar Rp 6,3 juta. Tetapi setelah uang saya transfer,  nomor hp saya dia blokir dan dia tidak ada kabar sampai saat ini," ujar RS.

Ironisnya acara lamaran yang sudah dipersiapkan dengan matang dan harus batal lantaran CN menghilang. RS yang merasa malu dengan keluarga dan tetangganya akhirnya melaporkan CN terkait dugaan penipuan tersebut.

"Sampai sekarang hilang, padahal semua sudah dipersiapkan, dan hari ini acara lamaran seharusnya di rumah," kata RS.

Kuasa hukum RS, Billy De Oscar, menyebut CN tak dapat dihubungi sejak kejadian itu. Dalam laporannya, RS menunjukkan bukti foto CN mengenakan seragam polisi.

"Apakah ini oknum polisi atau bukan yang jelas ini telah kami laporkan. Yang jelas klien kami malu akibat ulah CN yang hilang setelah dikirim uang. Alasan  untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan saat pernikahan," terang Billy.

Dalam laporan, Billy meminta polisi segera mengusut kasus tersebut. Jika terbukti CN oknum polisi, ia memastikan melaporkan ke Propam Polda Sumatera Selatan terkait pelanggaran etik anggota Polri.

"Kalau terbukti anggota Polri, kami sepakat akan laporkan ke Propam. Ini soal etik dan merugikan klien kami," jelasnya.

Sementara, Pihak Kepolisian saat dikonfirmasi wartawan, apakah benar CN merupakan anggota Polri yang berdinas di Polda Sumsel, belum bisa memastikan dan masih melakukan penyelidikan.

" Kami cek dulu, kalau polisi nanti ditangani itu pasti di Propam. Tapi kita pastikan dulu bener atau tidak," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.[ros]


Komentar Pembaca
Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Kamis, 15 April 2021 | 19:05

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Kamis, 15 April 2021 | 13:50