Tertangkap, Oknum Mantan Anggota DPRD Bawa Sabu Rp5 Miliar

POLKAM  RABU, 03 MARET 2021 | 21:30 WIB

Tertangkap, Oknum Mantan Anggota DPRD Bawa Sabu Rp5 Miliar

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan mengamankan narkotika jenis sabu-sabu dari oknum mantan Anggota DPRD Provinsi Aceh. Penangkapan bandar narkoba lintas provinsi dengan barang bukti senilai Rp5 miliar itu dilakukan pada Senin (1/3/2021) pukul 11:30 WIB di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Betung, tak jauh dari Terminal Betung, Kabupaten Banyuasin.

Penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan BNNP Sumsel Jaringan Aceh-Riau-Sumsel berkat laporan masyarakat; bahwa ada narkoba asal Aceh masuk wilayah Sumsel.

Saiful Bahri  (39) merupakan mantan Anggota DPRD Provnsi Aceh. Ia ditangkap Tim Brantas BNNP Sumsel saat sedang berhenti di sebuah SPBU di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Betung KM 66 Kabupaten Banyuasin. Dari tangan Saiful didapati 5 Kg sabu yang dibungkus kertas kado dan disimpan di dalam dashboard mobil yang ia kendarai.

Dari hasil interogasi pelaku didapati nama kurir yakni LK (27),  yang rencananya akan menerima sabu dari Saiful. LK di tangkap saat sedang menunggu Saiful di sebuah parkiran Indomart di Simpang Pancung KM 66 Banyuasin.

Dari pengembangan pelaku LK didapati satu nama SH (56) warga Pendopo Talang Ubi Kabupaten PALI, yang memesan barang tersebut. Krtiga pelaku langsung dibawa ke Kantor BNNP Sumsel beserta barang bukti (BB) 5 kg sabu, 1 unit mobil Ayla, 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit motor Honda Beat, dan 6 unit handphone (HP).

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol M Arief Ramdhani Sik didampingi Kabid Pemberantasan Kombes Pol Habi Kusno SH MH membenarkan, adanya penangkapan ketiga pelaku tindak pidana narkotika Jaringan Aceh - Riau - Sumsel.

"Penangkapan berawal adanya laporan masyarakat akan ada transaksi narkotika di Jalan Lintas Sumatera Palembang - Betung, setelah dilakukan penyelidikan oleh Tim Brantas BNNP Sumsel didapat satu pelaku SB, yang membawa 5 kg sabu di dashboard mobil yang dibawanya," kata Arief, Rabu (3/3/2021).

"Tim Brantas juga berhasil menangkap pelaku lainnya  dari hasil pengembangan. Sampai saat ini masih dalam proses pengembangan lebih lanjut dari ke tiga pelaku, apakah ada jaringan lain dan pemesan narkoba lainnya," ungkapnya seperti dilansir infosumsel.ID.

Atas tindakan yang dilakukan, para pelaku akan dikenai Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman minimum 5 tahun penjara dan maksimum hukuman mati.

SB ketika ditemui, dirinya nekat mengedarkan sabu karena banyak terlilit utang.

"Di Kota Pekan Baru, Riau, saya berbisnis jual beli mobil bekas. Agar dapat uang cepat untuk membayar utang,  akhirnya saya nekat mengedarkan sabu. Baru dua kali mengantarkan sabu pak, barang haram tersebut saya dapat dari bandar di Aceh, yang akan diantarkan kepada pemesan di PALI," katanya tertunduk malu.[ros]


Komentar Pembaca