Diblokir, Snack Video Masih Bisa Diakses

Ekonomi  RABU, 03 MARET 2021 | 21:10 WIB

Diblokir, Snack Video Masih Bisa Diakses

Masyarakat Indonesia tengah mabuk kepayang dengan Aplikasi Snack Video. Mereka tergiur tawaran memperoleh uang bila mengajak orang-orang lain mendownload aplikasi tersebut. Akan tetapi sejak tadi malam, Selasa (2/3/2021), mereka mengaku tidak bisa menginstal Snack Video lagi.

Ya. Rupakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut telah memblokir aplikasi itu sejak kemarin. Akan tetapi pengguna masih dapat mengakses video-video dari Snack Video. Termasuk berbagai video baru.

"Install aplikasi tidak bisa, tapi download dan menonton video-video tetap bisa. Yang baru sekalipun. Memang muncul peringatan "tidak bisa terhubung ke server" namun ternyata videonya tetap terdowload," kata Ari (24).

Sementara itu Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatkan bahwa Aplikasi Snack Video saat ini masih bisa diunduh dan digunakan di Indonesia. Karena pihaknya masih dalam proses untuk mengajukan blokir dengan pihak Google Head Quarters (HQ) di Amerika Serikat.

Menurutnya, pengajuan blokir ke PlayStore memang membutuhkan waktu, karena harus berkoordinasi dengan Google HQ di AS. Saat ini pihaknya baru memblokir akses situs Snack Videosaja. Pemblokiran dilakukan sejak 2 Maret 2021. Hal ini dilakukan atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait legalitas aplikasi tersebut.

"Kominfo telah melakukan proses blokir terhadap website Snack Video (SV) per 2 Maret 2021 atas permintaan OJK," ujar Dedy.

Berdasarkan pernyataan itu, berarti pemblokiran baru dilakukan pada akses situs website saja. Tapi, belum berlaku untuk akses aplikasi. Untuk memblokir akses pengunduhan aplikasi, Kominfo mesti berkoordinasi dengan pihak Google.

Dedy menjelaskan, kini pihak Snack Video tengah mengajukan sanggahan kepada OJK mengenai legalitas dari aplikasi tersebut. Maka, kata dia, langkah selanjutnya dari Kominfo akan mengacu hasil dari sanggahan tersebut.

Sebelumnya Satuan Tugas Waspada Investasi menghentikan operasional bisnis dari aplikasi TikTok Cash dan Snack Video. Itu dilakukan demi menghindarkan masyarakat dari kerugian yang lebih banyak.

Ketua SWI Tongam L Tobing mengatakan TikTok Cash dihentikan karena memberikan penawaran yang tidak wajar. Itu diberikan dengan mengimingi masyarakat uang dengan hanya memperbanyak penonton di video yang diunggah di sebuah platform.

"Kami juga telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," ucap Tongam dalam keterangan resmi, Senin (1/3/2021).

Begitu juga dengan Snack Video yang dihentikan karena tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain itu, Snack Video juga tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.
"Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh," [ros]


Komentar Pembaca