Astaghfirullah, Ismi dan Bayinya Mendekam di Penjara Karena UU ITE

HUKUM  RABU, 03 MARET 2021 | 12:10 WIB

Astaghfirullah, Ismi dan Bayinya Mendekam di Penjara Karena UU ITE

ilustrasi

Usai terjerat UU ITE, seorang ibu di Aceh mendekam di penjara. Sang ibu mengajak serta bayinya tinggal di bui lantaran sang anak masih berusia enam bulan.

Isma Khaira (33 tahun) dan bayinya dipenjara di rumah tahanan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Kasus Isma berawal saat dirinya merekam video pertengkaran seorang kepala desa di Aceh Utara. Lalu ia mengunggahnya di akun media sosial miliknya.

Kepala desa yang ada dalam video itu tidak terima dengan postingan Isma. Lalu ia melaporkan Isma ke polisi dengan aduan pencemaran nama baik.

Atas laporan kepala desa tersebut, Isma dinyatakan bersalah dan divonis 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Lhoksukon. Ia bersama bayinya mulai masuk penjara sejak 19 Februari 2021.

Mendapat vonis tersebut, ramai-ramai pejabat di daerah ingin menangguhkan penahanan dengan alasan kemanusiaan lantaran Isma masih memiliki bayi yang berusia 6 bulan. Mereka menginginkan agar terpidana di tahan di rumah. Namun pihak Kemenkumham tidak mengizinkan.

Kepala Kemenkumham Aceh, Heni Yuwono mengatakan tidak ada celah hukum dan regulasi yang membolehkan warga binaan bisa ditahan di rumah dengan alasan kemanusiaan. Kata dia, seluruh warga binaan harus ditahan di rutan atau lapas di bawah Kemenkumham.

"Kita paham jika berbicara soal kemanusiaan, tetapi apabila sudah divonis hukuman penjara secara aturan yang sudah menjadi warga binaan kan, tetap ditahan di rutan tidak boleh ditahan dirumah, kita sudah berikan ruangan yang nyaman untuk bayi tersebut," kata Heni Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (3/3).

Heni bilang karena pidananya di bawah enam bulan, Isma akan mendapatkan asimilasi Covid berdasarkan peraturan Permenkumham. Dimana, Isma sudah menjalani setengah masa tahanannya. Hitungan tersebut di hitung dari saat terpidana menjalani tahanan rumah dan selama berada di penjara.

Asimilasi tersebut akan diberikan kepada Isma dan bayinya pada pertengahan Maret 2021.

"Yang bersangkutan bisa kita asimilasikan. Sehingga, bisa menjalani pidananya di rumah. Nanti Insya Allah pertengahan Maret," ucapnya. [irm]


Komentar Pembaca