Pernah Iri dan Cemburu? Ini Cara Menghilangkannya

Kesehatan  MINGGU, 28 FEBRUARI 2021 | 16:10 WIB

Pernah Iri dan Cemburu? Ini Cara Menghilangkannya

DALAM kehidupan sehari-hari, kata iri dan cemburu sering digunakan tumpang tindih. Orang lebih sering mengatakan I am jealous (Saya cemburu) padahal yang dia maksud adalah I am envious (saya iri). Karena lebih terasa sopan bila menyebutkan kalimat I am jealous untuk menyatakn perasaan iri.

Namun erlepas dari itu, iri dan cemburu memang ada hubungan. Kerena keduanya merupakan perasaan yang berhubungan dengan kesehatan mental. Jika berbicara tentang kesehatan mental, maka hal tersebut berhubungan dengan psikolog.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog yang dikutip dari laman Klikdokter.com, Minggu (28/2/2021), iri adalah bentuk reaksi yang timbul ketika seseorang terobsesi akan sesuatu yang tidak bisa dimiliki.

Sebagai contoh, seorang anak ingin sekali mempunyai mainan pesawat terbang. Orangtuanya tahu bahwa selama ini ia mengidam-idamkan mainan tersebut.

Namun, orang yang dibelikan mainan tersebut justru adiknya. Rasa iri akan muncul dalam kasus ini.

“Sedangkan, cemburu adalah perasaan yang melibatkan beberapa emosi, seperti rasa takut, marah, dan curiga. Biasanya, cemburu berkaitan dengan relasi yang melibatkan emosional, seperti ke pasangan atau ke anggota keluarga inti,” jelas Ikhsan.

Intinya, perbedaan iri dan cemburu ada di perasaan takut. Faktanya, takut bukan bagian dari perasaan iri; namun cemburu.

Takut yang dimaksud adalah perasaan tidak mau kehilangan. Ketika Anda iri, sesuatu itu belum pernah menjadi milik Anda. Saat merasa cemburu, sesuatu itu sudah menjadi milik Anda dan takut diambil oleh orang lain.

Di dalam makna “iri”, terdapat pula kata “dengki” dan sebaliknya. Kata tersebut tidak ada dalam “cemburu”.

Jadi, perbedaan iri dan dengki terletak pada tingkat kemarahan dan perasaan tidak suka. Jika levelnya sudah parah, maka itu bukan lagi iri; melainkan dengki.

Cemburu dan iri juga bisa dicontohkan dalam satu ilustrasi yang sama. Misalnya, Aris dan Bella berpacaran. Lalu, Candra adalah seorang teman yang menyukai Bella.

Sosok Candra akan iri kepada Aris, karena ia bisa memiliki Bella. Saat ada kesempatan, Candra pun berniat mendekati Bella.

Alhasil, Aris akan cemburu kepada Bella. Ia takut kehilangan Bella karena diambil oleh Candra.

Mengutip dari Mind Body Green, Ahli Saraf, Ilene Ruhoy, MD, Ph.D., mengatakan bahwa iri dan cemburu lebih kompleks daripada sedih, marah, dan takut.

“Kondisi itu tergantung bagaimana amigdala terhubung dengan area otak yang membentuk nilai dan motivasi,” kata Ilene Ruhoy.

“Ilmuwan lebih mudah memahami kemunculan rasa sedih, marah, dan takut. Karena, cemburu dan iri lebih kompleks. Keduanya (cemburu dan iri) terbentuk dari interaksi antara biokimia, anatomi, dan lingkungan orang tersebut,” jelasnya.

Iri dan cemburu sama-sama bentuk perasaan tidak senang terhadap apa yang terjadi pada orang di sekitarnya. Keduanya sama-sama bisa berdampak negatif buat kesehatan mental dan keselamatan fisik.

“Apabila si individu tidak memiliki regulasi diri yang baik, kecemburuan yang tidak dikendalikan akhirnya membuat diri sendiri, pasangan, serta hubungan menjadi buruk,” ucap Ikhsan.

“Sementara itu, iri yang sudah berubah menjadi dengki bisa memicu seseorang untuk mencari ‘jalan pintas’ demi mendapatkan apa yang diinginkan,” tegasnya.

Meski terkesan menyeramkan, salah satu sifat tersebut bisa diubah dan dikembangkan ke arah yang lebih positif, lho! Pasalnya, perasaan tersebut tidak melibatkan emosi yang mendalam layaknya cemburu.

Jika iri hati diatasi dengan dengan hal-hal yang positif, hal itu justru menjadi jalan yang baik untuk mencapai sebuah tujuan.

Karena kasusnya berbeda, maka cara mengatasi perasaan iri tidak bisa disamakan dengan cemburu. Perasaan iri dapat ditangkal dan diubah menjadi motivasi positif dengan cara berikut ini:

 Iri berkaitan dengan kompetitif dan perasaan inferior. Jadi, jangan bandingkan diri Anda    dengan orang lain. Sadari, sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Fokus, terus maju, dan mensyukuri kekuatan yang dimiliki saat ini.

Di sisi lain, untuk mengatasi perasaan cemburu, Anda mesti membangun kepercayaan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Saat kepercayaan sudah kuat, maka rasa aman akan muncul dan menggantikan ketakutan serta kecemasan.

“Cobalah untuk lebih terbuka satu sama lain, dan kurangi keterikatan. Dengan begitu, cemburu akan lebih terkontrol dan tidak sampai menimbulkan efek buruk,” pungkas Ikhsan, mengakhiri penjelasan.[ros]


Komentar Pembaca