Rupanya Duit Sekoper yang Menyeret Prof Nurdin Abdullah

POLKAM  MINGGU, 28 FEBRUARI 2021 | 07:10 WIB

Rupanya Duit Sekoper yang Menyeret Prof Nurdin Abdullah

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Dr Nurdin Abdullah bersikukuh membantah dirinya terjaring OTT KPK, Sabtu (27/2/2021) dini hari. Ia dijemput petugas KPK saat sedang tidur. Ada benarnya dia, sebab yang terjaring OTT adalah orang kepercayaan dia saat pindahkan koper berisi Rp2 miliar.

Demikian terungkap dari penjelasan Ketua KPK Firli Bahuri ketika dia memaparkan Kronologi Operasi Tangkap Tangan yang berujung terseretnya Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah jadi tersangka suap.

Pada OTT ini, menurut Firli, KPK menetapkan tiga tersangka yakni. Mereka adalah Nurdin Abdullah, Sekretaris Dinas PUPR Sulsel Edy Rahmat sebagai penerima; dan seorang lainnya AS sebagai pemberi suap dari unsur swasta.

"Tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh Penyelenggara Negara pada 26 Februari," kata Firli dalam konferensi pers di KPK, Jakarta dini hari tadi, Minggu (28/2/2021).

Diberitakan Moeslimchoice.com sebelumnya, Peyidik KPK sebelumnya mengamankan enam orang terkait OTT di Makassar pada Jumat 26 Februari 2021 sekitar pukul 23.00 WITA.

Mereka adalah pengusaha Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor; Nuryadi (NY) sopir Agung;  SB yang merupakan ajudan Nurdin Abdullah; Edy Rahmat dan Irfan (IF) sopir atau keluarga Edy; dan Nurdin Abdullah yang merupakan Gubernur Sulawesi Selatan.

Dipaparkan Firli bahwa hari itu Agung Sucipto memberikan uang kepada Nurdin Abdullah melalui perantaraan Edy Rahmat sebagai representasi dan sekaligus orang kepercayaan Nurdin. Sekitar pukul 20.04 WITA, Agung bersama Irfan menuju ke salah satu rumah makan di Makassar. Di tempat tersebut, Edy sudah menunggu.

"Ketiganya kemudian pergi dengan beriringan mobil menuju ke Jalan Hasanuddin Makassar. Dalam perjalanan tersebut, Agung menyerahkan proposal terkait beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan tahun anggara 2021 kepada ER," ujar Firli.

Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, Irfan kemudian memindahkan koper yang diduga berisi uang untuk dipindahkan ke mobil majikannya di Jalan Hasanuddin.

Pukul 23.00 WITA, Agung kemudian diamankan saat dalam perjalanan menuju ke Bulukumba. Sedangkan sekitar pukul 00.00 WITA, Edy Rahmat beserta uang dalam koper senilai Rp 2 miliar diamankan di rumah dinasnya.

"Pada pukul 02.00 WITA, Nurdin Abdullah juga diamankan di rumah jabatan dinas Gubernur Sulsel," ucap Firli.

Atas kasus ini, Nurdin dan Edy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Agung sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.[ros]


Komentar Pembaca