Lima Pengunjuk Rasa Tewas, 175 luka-luka dalam Bentrokan di Irak

Internasional  SABTU, 27 FEBRUARI 2021 | 21:30 WIB

Lima Pengunjuk Rasa Tewas, 175 luka-luka dalam Bentrokan di Irak

foto/net

MoeslimChoice. Sedikitnya lima pengunjuk rasa tewas, dan lebih dari 175 orang terluka dalam bentrokan antar demonstran dan pasukan keamanan di kota Nassiriya, Irak selatan padaJumat (26/2), kata seorang saksi mata Reuters dan sumber lain.

Di antara para korban, sebagian besar adalah pengunjuk rasa yang meninggal karena luka tembak, kata sumber rumah sakit.

Seperti dilansir dari ArabNews, bahwa sekitar 120 pengunjuk rasa terluka. Setidaknya 57 anggota pasukan keamanan juga terluka, menurut sumber rumah sakit lain dan sumber keamanan.

Bentrokan berlanjut pada Jumat (26/2) malam, setelah seminggu kekerasan yang meletus pada Minggu (21/2), ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk membubarkan pengunjuk rasa, yang berusaha menyerbu gedung pemerintah provinsi dengan menggunakan batu dan bom molotov.

Para pengunjuk rasa menuntut pencabutan Gubernur dan keadilan bagi pengunjuk rasa yang terbunuh sejak 2019.

Protes anti-pemerintah terbesar Irak dalam beberapa dekade pecah pada Oktober 2019 dan berlanjut selama beberapa bulan, dengan ratusan ribu warga Irak menuntut pekerjaan, layanan, dan pemecatan elit penguasa, yang mereka tuduh melakukan korupsi.

Hampir 500 orang tewas, dan protes tersebut menyebabkan pengunduran diri Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi.

Perdana Menteri, Mustafa Al-Kadhimi, yang menjabat pada Mei 2020, telah menjanjikan keadilan bagi aktivis yang dibunuh atau dilecehkan oleh kelompok bersenjata. 

Namun sejauh ini belum ada realisasinya. Hingga bentrokan kembali terjadi hanya seminggu sebelum Paus Fransiskus mengunjungi Irak pada 5 hingga 8 Maret mendatang. 

Paus Fransiskus dijadwalkan akan mengunjungi situs Mesopotamia kuno Ur, hanya beberapa kilometer (mil) dari lokasi bentrokan. [mt].


Komentar Pembaca