NIKMAT HIDUP

oleh Buya Hamka

Kajian  SABTU, 27 FEBRUARI 2021 | 15:10 WIB

NIKMAT HIDUP

Prof  DR Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) merupakan pribadi lengkap. Dia adalah seorang ulama dan sastrawan besar Indonesia dengan karier sebagai wartawan, penulis, dan mubaligh, dan pengajar. Dalam keseharian, tokoh besar ini biasa disapa dengan Buya Hamka.

Selain secara konvensional, Buya Hamka berdakwah melalui tulisan-tulisannya termasuk puisi.  Salah satu puisi Putra Haji Rasul ini yang berisi dakwah adalah yang berjudul "Nikmat Hidup".

NIKMAT HIDUP
 Setelah diri bertambah besar
di tempat kecil tak muat lagi
Setelah harga bertambah tinggi
Orang pun segan datang menawar
Rumit beredar di tempat kecil
kerap bertemu kawan yang culas
Laksana ombak di dalam gelas
diri merasai bagai terpencil

Walaupun musnah harta dan benda
Harga diri janganlah jatuh
Binaan pertama walaupun runtuh
Kerja yang baru mulailah pula
Pahlawan budi tak pernah nganggur
Khidmat hidup sambung bersambung
Kadang turun kadang membumbung
Sampai istirahat di liang kubur

Tahan haus tahanlah lapar
bertemu sulit hendaklah tenang
Memohon-mohon jadikan pantang
dari mengemis biar terkapar
Hanya dua tempat bertanya
pertama tuhan kedua hati
Dari mulai hidup sampai pun mati
timbangan insan tidaklah sama

Hanya sekali singgah ke alam
sesudah mati tak balik lagi
Baru rang tahu siapa diri
setelah tidur di kubur kelam
Wahai diriku teruslah maju
di tengah jalan janganlah berhenti
Sebelum ajal, janganlah mati
keridhaan Allah, itulah tuju
Selama nampak tubuh jasmani
gelanggang malaikat bersama setan
Ada pujian ada celaan
lulus ujian siapa berani

Jika hartamu sudah tak ada
belumlah engkau bernama rugi,
Jika berani tak ada lagi
separuh kekayaan porak poranda,
Musnah segala apa yang ada
jikalau jatuh martabat diri,
Wajah pun muram hilanglah seri
ratapan batin dosa namanya,

Jikalau dasar budimu culas
tidaklah berubah kerana pangkat,
Bertambah tinggi jenjang di tingkat
perangai asal bertambah jelas,
Tatkala engkau menjadi palu
beranilah memukul habis-habisan,
Tiba giliran jadi landasan
tahanlah pukulan biar bertalu,

Ada nasihat saya terima
menyatakan fikiran baik berhenti,
sebablah banyak orang membenci
supaya engkau aman sentosa,
Menahan fikiran aku tak mungkin
menumpul kalam aku tak kuasa,
Merdeka berfikir gagah perkasa
berani menyebut yang aku yakin,

Celalah saya makilah saya
akan ku sambut bertahan hati,
Ada yang suka ada yang benci
hiasan hidup di alam maya
Kalaulah timbul tengkar-bertengkar
Antara yang benci dengan yang sayang
Itulah alamat sudah membayang
Kewajiban hidup telah kubayar

Wahai diriku teruslah maju
Di tengah jalan jangan berhenti
Sebelum ajal janganlah mati
Keridaan Allah, itulah tuju

 


Komentar Pembaca