Kota Bekasi Raih Predikat Kota Toleransi

Daerah  JUMAT, 26 FEBRUARI 2021 | 15:05 WIB | Giri Sasongko

Kota Bekasi Raih Predikat Kota Toleransi

foto/net

MoeslimChoice. Dengan meraih nilai 5.330, Kota Bekasi berhasil meraih penghargaan indeks 'Kota Toleran Tahun 2020' dari Setara Institute yang digelar di Hotel Ashley, Jakarta Selatan.

Dihadiri oleh Irjen Kemendagri RI, Tumpak Haposan Simanjuntak, mewakili Menteri Dalam Negeri; Deputi V Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina; dan sejumlah Kepala Daerah.

Setara Institute menggelar acara dengan menggelar riset pertahun mengenai Kota dan Kabupaten se-Indonesia dengan memantau beberapa kriteria.

Dan Kota Bekasi berhasil meraih penghargaan tersebut. Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang didampingi Asisten Pemerintahan, Yudianto; dan Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Cecep Suherlan.

Angka tersebut dikeluarkan Setara Institute yang meneliti persoalan toleransi di berbagai daerah Kota Kabupaten yang terfokuskan pada keberagaman di masing-masing daerah. 

Hal ini telah dilakukan bertahun-tahun akan tetapi sempat tidak berjalan, dan pada tahun 2021 ini kembali dijalankan dengan objek studi toleransi Kota atau Kabupaten yang ada di Indonesia.

Dalam penilaiannya, Kota Bekasi mendapat skor 5.530, dan berada di peringkat 10 dalam penghargaan Indeks 'Kota Toleran 2020' dari penilaian 94 Kota Kabupaten yang diriset.

Irjen Kemendagri, Tumpak Haposan Simanjuntak mengatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan hari ini, dan hal ini bukti toleransi dari pengamalan Pancasila yang harus kita promosikan sampai kapanpun dalam berbagai bentuk.

"Saya mengucapkan terima kasih telah menyelenggarakan acara ini dan ini untuk dijadikan motivasi bagi Kota dan Kabupaten di Indoenesia tentang Bhinneka Tunggal Ika," terang Irjen.

Riset ini juga merupakan kerjasama dan dukungan penuh dari Setara Institute dengan Kemendagri dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang artinya penentu sudah bekerja semaksimal mungkin dan memantau mengenai keberagaman Kota dan Kabupaten berdasarkan data riset.

Deputi V BPIP, Rima Angristina, juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kepala Daerah, yang telah senantiasa menjunjung tinggi arti Bhineka Tunggal Ika tanpa membeda-bedakan suku, budaya, agama dan ras.

"Sehingga perlu disyukuri bahwa warga negara di Indonesia memegang teguh rasa persaudaraan yang kuat," tegasnya.

Kota Bekasi merupakan kota dengan masyarakat yang heterogen namun saling menghargai, karena itu mendapatkan nilai tertinggi.

"Alhamdulillah, Kota Bekasi kembali meraih menjadi Kota Toleran tahun 2020, ini berkat kerjasama seluruh elemen masyarakat yang telah menjadikan Kota Bekasi yang harmonis dengan tidak membedakan suku, bahasa, budaya dan agama. Ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah ditengah masyarakat sebagai pengayom dan menjadi perekat," ujar Wali Kot Bekasi, Rahmat Effendi.

"Seorang pemimpin harus bisa memberikan sebuah harapan dan kepastian, terpenting mari kita pertahankan prestasi ini," sambungnya. [mt]


Komentar Pembaca
Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Kamis, 15 April 2021 | 19:05

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Kamis, 15 April 2021 | 13:50