Undangan Terbatas, Bupati dan Wabup Dilantik Wajib Rapid Antigen

Tentang Sumsel  KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 21:57 WIB | Rahmad Romli

 Undangan Terbatas, Bupati dan Wabup Dilantik Wajib Rapid Antigen

Pelaksanaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati di Sumsel hasil Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 lalu akan dilakukan secara protokol kesehatan ketat.

Sebelum dilakukan pelantikan pada bupati dan wakil bupati harus menjalani tes rapid antigen guna mencegah penularan Covid 19.

Sekda Provinsi Sumsel, H Nasrun Umar melalui Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Otonomi Daerah (Otda) Sumsel, Sri Sulastri usai mengikuti  rapat koordinasi  (Rakor) pemantapan pelaksanaan pelatikan Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota hasil Pilkada Serentak 2020 secara virtual di Command Center Kantor Gubernur, Rabu (24/2/21) menyebut pihaknya telah mengantongi izin dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri RI terkait pelaksanaan pelantikan kepala daerah terpilih.
 
“Kemarin ada 7 daerah yang ikut Pilkada serentak di Sumsel. Enam diantaranya akan dilantik pada 26 Febaruari 2021 di Griya Agung. Satu lagi masih proses penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) di MK,” ungkapnya.
 
Menurut Sri, pelantikan akan dilakukan secara langsung dipusatkan di Griya Agung, namun dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Selain itu, jumlah peserta yang hadir juga dibatasi.
 
“Yang hadir juga  wajib rapid antigen. Untuk para tamu lainnya seperti keluarga, pendukung dipersilahkan menonton pelantikan secara virtual melalui situs resmi milik pemerintah provinsi Sumsel di kanal Youtube Diskominfo Sumsel dan Akun Instagram @humasprovsumsel,” terangnya.
 
Menurutnya, tatib pelantikan dengan prokes ketat tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah yang telah disampaikan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri RI, Drs Akmal Malik, M.Si.
 
Sementara itu, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri RI, Drs Akmal Malik, M.Si mengatakan, pelantikan bupati/walikota terpilih akan dilakukan oleh Gubernur setempat dengan menerapkan prokes.
 
“Kita kasih pilihan, boleh dilakukan secara online, boleh juga secara langsung. Namun, tetap menerapkan prokes ketat,” ungkapnya.
 
Menurutnya, Pemerintah provinsi juga diperbolehkan melakukan pelantikan bupati/walikota terpilih menjadi beberapa sesi, tujuannya untuk mengurangi kerumunan, dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.
 
“Seluruh Indonesia ada 121 daerah berstatus non PHP, dan 57 diantaranya PHP. Sumsel sendiri ada tujuh kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada Serentak, empat daerah diantaranya PHP. Namun, dari empat ini, tiga diantaranya di tolak MK, satu lagi masih proses penyelesaian,” ucapnya.
 
Ditambahkannya, kriteria pelantikan sendiri harus mempertimbangkan sebaran Covid-19, sehingga harus dilakukan dengan prokes tekat. Serta harus didukung dengan kelengkapan alat jaringan internet bagi yang melaksanakan secara virtual.
 
“Bagi daerah yang melaksanakan pelantikan secara langsung, tentu harus didukung dengan kesiapan pengamanan, dan kesiapan protokol kesehatan,” terangnya.

Keenam  pasang kepala daerah (bupati/Wakil Bupati) yang bakal dilantik tersebut yakni Bupati dan Wakil Bupati  Ogan Ilir (OI)  Panca Wijaya Akbar dan Ardani. Panca Wijaya Akbar merupakan putra dari Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya.

Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur, H Lanosin Hamzah ST dan H Adi Nugraha Purna Yudha SH. Lanosin atau biasa dipanggil Enos merupakan adik dari Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Selanjutnya pasangan incumbent Kabupaten OKU yakni Drs H Kuryana Azis dan Djohan Anuar. Wakil Bupati Djohan Anuar yang saat ini menjadi persidangan di Pengadilan Negeri Klas IA Palembang mendapat izin keluar tahanan untuk menjalani pelantikan besok.

Kemudian pasangan incumbent OKU Selatan, Popo Ali Martopo dan Sholehien Abuasir yang di Pilkada lalu menang mudah karena melawan kotak kosong.

Pasangan Bupati dan Wabup Musi Rawas Utara (Muratara) yakni H Devi Suhartoni dan H Inayatullah. Di Pilkada lalu, pasangan ini menaklukan Bupati Muratara incumbent, Syarif Hidayat.

Sementara Bupati Musi Rawas (Mura) yang baru akan dijabat Hj Ratna Mahmud Amin dan Hj Suwarti yang di Pilkada lalu juga mengalahkan pasangan incumbent  H Hendra Gunawan dan H Mulyana. Hj Ratna sendiri merupakan bibi atau tante dari Walikota Lubuklinggu, Prana Sohe.

Sedangkan untuk PALI masih dalam proses penyelesaian PHP di Mahkamah Konstitusi (MK). [rhd]


Komentar Pembaca
Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Kamis, 15 April 2021 | 19:05

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Kamis, 15 April 2021 | 13:50