CAMKAN, Ini Peringatan Gubernur BI tentang Bitcoin

Ekonomi  KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 21:10 WIB

CAMKAN, Ini Peringatan Gubernur BI tentang Bitcoin

Masyarakat diingatkan untuk tidak tergiur dengan nilai fantastis Bitcoin atau cryptocurrency (uang kripto) lainnya, karena semuanya bukanlah alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Peringatan itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo sehubungan fenomena uang kripto Bitcoin, yang pekan lalu sempat mencapai nilai tukar Rp741 juta.

"Karena tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Perry dalam acara CNBC Economy Outlook di Jakarta, Kamis (25/2).

Menurut Perry Warjiyo,  sejak awal Bitcoin muncul pihak Bank Sentral ini sudah menegaskan bahwa uang kripto bukan alat sah pembayaran di Indonesia. Demikian juga dengan uang kripto dan mata uang lainnya.

Sesuai dengan ketentuan Undang-undang 1945, kata Perry, hanya ada Rupiah sebagai mata uang di Indonesia. Karena iatu seluruh alat pembayaran baik berbentuk koin, uang kertas, dan uang digital, harus menggunakan Rupiah.

Mengenai Bitcoin, Perry menuturkan, saat ini BI sedang merumuskan mata uang digital yang disebut central bank digital currency yang segera diterbitkan. Kini masih dalam proses.

BI, tambahnya, juga terus melakukan kerja sama yang erat dengan bank-bank sentral lainnya dalam rangka mempelajari dan mempersiapkan mata uang digital tersebut. Nantinya central bank digital currency itu akan diedarkan via bank dan fintech baik secara wholesale maupun ritel.[ros]


Komentar Pembaca