Tinjau Vaksinasi Tenaga Pendidik, Presiden Harap KBM Tatap Muka Bisa Segera Dilakukan

Nasional  KAMIS, 25 FEBRUARI 2021 | 15:55 WIB

Tinjau Vaksinasi Tenaga Pendidik, Presiden Harap KBM Tatap Muka Bisa Segera Dilakukan

foto/net

MoeslimChoice. Presiden Joko Widodo pada Rabu (24/2) meninjau vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi para tenaga pendidik dan kependidikan. 

Kegiatan tersebut dipusatkan di SMA Negeri 70 Jakarta yang terletak di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Hari ini vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan telah dimulai dan saya tadi menyaksikan semuanya berjalan lancar. Para guru, tenaga pendidik, semuanya yang di sini prosesnya telah dimulai," kata Presiden dalam keterangannya, seperti dikutip dari rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB. Hadir mendampingi, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim; dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Vaksinasi kali ini menyasar 650 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan tinggi. 

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, vaksinasi dibagi menjadi tiga waktu, yakni pukul 08.00-10.00 WIB sebanyak 250 orang, pukul 10.00-12.00 WIB sebanyak 150 orang dan 13.00 WIB hingga selesai sebanyak 250 orang.

Setelah dilakukan di DKI Jakarta, vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan ini diharapkan bisa diikuti dengan kegiatan serupa di provinsi-provinsi lain. 

Dengan memprioritaskan pemberian vaksin kepada tenaga pendidik, Presiden berharap kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan.

"Targetnya pada bulan Juni nanti lima juta guru, tenaga pendidik dan kependidikan insyaallah sudah bisa kita selesaikan semuanya, sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali. Saya kira targetnya itu," tandasnya.

Giat hari ini merupakan kelanjutan program vaksinasi massal Nasional yang telah dimulai sejak 13 Januari 2021. Pada tahap pertama, vaksinasi dilakukan kepada tenaga kesehatan. Untuk tahap kedua, vaksinasi menyasar para pelayan dan pekerja publik, termasuk para tenaga pendidik dan kependidikan. [mt]


Komentar Pembaca