Banyak Pedagang Pasar Tradisional Merugi Hingga Gulung Tikar

Ekonomi  SELASA, 23 FEBRUARI 2021 | 17:05 WIB

Banyak Pedagang Pasar Tradisional Merugi Hingga Gulung Tikar

net

Akibat pandemi Covid-19 yang sudah menyerang hampir satu tahun terakhir, bukan hanya pedagang di pasar Sekip Ujung yang tutup akibat rugi atau gulung tikar. Namun pasar tradisional lain juga demikian.

Salah satunya di Pasar KM 5, Kebon Semai, dan Pasar Gubah yang menjual sayuran, kebutuhan rumah tangga, pakaian, dan makanan ikut tutup, Selasa (23/2/2021).

Pantauan di pasar KM 5, beberapa toko atau kios di lantai bawah nampak tutup, bahkan ada yang mengontrakkan kiosnya dengan memasang tulisan di depan tokonya.

Di lantai atasnya lebih banyak lagi, hampir sebagian kios tutup, di bagian depan dan belakang semua kios tutup dan tidak ada pemiliknya.

Tersisa hanya sekitar 15 pedagang yang menempati kios, dengan berjualan baju, tas, sepatu dari anak-anak hingga orang dewasa.

Salah satu pedagang di Pasar KM 5, Imran merasakan betul dampak pandemi saat ini, membuat modal berjualannya habis untuk makan sehari-hari. Biasanya dia bisa mendapatkan untung dari jualan hingga ratusan ribu per hari, kini untuk menambah barang saja tidak bisa lagi.

"Jangankan mau nambah barang, modal habis saja, jauh mau dapet balik lagi," ungkapnya.

Dia juga melihat banyak pedagang yang terpaksa menutup kiosnya karena tidak sanggup dengan kondisi sepinya pembeli.

"Ini dulu terisi semua, banyak jualan baju dan tas disini, tapi sekarang kosong semua," ujarnya.

Untuk retribusi, Imran masih harus membayar biaya kebersihan dan keamanan sehari-hari dan bulanan. Dengan kondisi saat ini, Imran hanya bisa berusaha semampunya sebagai pedagang, karena sudah menjadi profesinya.

Dia berharap agar ada solusi bagi pedagang yang saat ini masih kesulitan, tidak hanya di Pasar KM 5, juga pasar tradisional lainnya.

"Kita mau gimana lagi, ini sudah profesi pedagang, mau beralih pekerjaan lain ya takutnya sama saja," katanya.

Hal serupa juga dirasakan pedagang di pasar KM 5 menurut seorang pedagang Eka, ada satu kios yang baru berjualan kemudian tutup.  "Pedagang yang sudah lama jualan disini bertahan, yang baru biasanya susah cari pembeli, " ujar dia.

Meskipun tidak sebanyak di pasar KM 5, pasar Kebon Semai sama halnya dengan pasar Sekip Ujung yang hanya beberapa kios/lapak saja yang tak ditempati.

Pedagang yang tutup dikarenakan tidak mau rugi dengan kondisi sepi pembeli dan retribusi tetap ditagih "Beberapa saja yang tutup karena ada yang mengurangi pungutan, jadi tutup," ujarnya. [irm]


Komentar Pembaca