Peneliti Menyebut Pengguna Kacamata Lebih Kecil Risiko Terinfeksi Virus Corona

Kesehatan  SELASA, 23 FEBRUARI 2021 | 13:20 WIB

Peneliti Menyebut Pengguna Kacamata Lebih Kecil Risiko Terinfeksi Virus Corona

Foto ilustrasi/net

Para peneliti menemukan bahwa orang yang menggunakan kacamata memiliki risiko yang lebih kecil terinfeksi virus corona.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut menjadi cara masuknya SARS-CoV-2 ke dalam tubuh.

Namun, para peneliti di India menemukan bahwa orang yang memakai kacamata cenderung lebih jarang menggosok matanya. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan risiko penularan Covid-19 melalui mata yang lebih rendah pada orang berkacamata.

Kendati demikian, hasil ini masih merupakan temuan awal yang belum melalui proses peer-review. Temuan awal tersebut dipublikasikan di situs medRxiv.

Para peneliti mempelajari 304 orang di sebuah rumah sakit di India. Para pasien umumnya berusia 10-80 tahun dan mengalami gejala klinis Covid-19. Sebanyak 19 persen di antaranya merupakan pemakai kacamata.

Para peneliti menemukan, pasien dengan kacamata rata-rata menyentuh wajahnya 23 kali per jam. Mereka juga ditemukan hanya 3 kali menyentuh matanya per jam.

"Studi ini menunjukkan bahwa risiko Covid-19 pada orang yang menggunakan kacamata dua hingga tiga kali lebih rendah daripada mereka yang tidak mengenakan kacamata," tulis para peneliti, mengutip The Telegraph.

Para peneliti mengatakan, saluran air mata bisa menjadi jalur penularan virus dan membawanya hingga ke rongga hidung.

"Menyentuh dan menggosok mata dengan tangan yang terkontaminasi merupakan rute penularan yang signifikan," kata para peneliti.

Para peneliti juga mengatakan, orang yang memakai kacamata lebih dari delapan jam sehari memiliki kemungkinan yang lebih kecil lagi untuk tertular. [irm]


Komentar Pembaca