Allahu Akbar | Lintas Timur Sumsel Bersyariah

Ekonomi  SELASA, 23 FEBRUARI 2021 | 01:17 WIB

Allahu Akbar | Lintas Timur Sumsel Bersyariah

MoeslimChoice | Jalan lintas timur Sumatera Selatan (Jalintim Sumsel) mendapat kucuran pembiayaan syariah. Proyek infrastruktur berupa perawatan (preservasi) Jalintim di Provinsi Sumsel senilai Rp644,76 miliar itu menggaet pembiayaan hasil sindikasi yang dipimpin oleh  PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI).

Adapun sindikasi pembiayaannya melibatkan Bank Syariah Indonesia bersama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank Panin Dubai Syariah. Sedangkan pelaksananya adalah PT Jalintim Adhi Abipraya, konsorsium Badan Usaha Milik Negara.

Pada sindikasi ini, akad yang digunakan adalah Ijarah Muntahiyah bitTamlik, yaitu transaksi sewa manfaat atas suatu objek dengan pengalihan kepemilikan di akhir periode sewa. Preservasi Jalintim Sumsel ini merupakan kerja sama pemerintah dengan badan usaha pertama di sektor jalan non-tol di Indonesia.

“Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia menjadi bagian dalam sejarah pemberian fasilitas Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Fasilitas ini merupakan yang pertama kalinya menggunakan transaksi syariah," ungkap Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, Senin, 22/2/21. Ia mengungkapkan, sindikasi ini merupakan debut pertama pasca merger di awal Februari 2021 ini. 

"Insya Allah, BSI siap mengemban amanah ini untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen akan mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendorong roda ekonomi Tanah Air," sambungnya. Kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini, menurut dia, menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI, karena menerapkan sistem syariah.

Dari total plafon pembiayaan sindikasi, porsi Bank Syariah Indonesia mencapai Rp248 miliar. Sedangkan untuk alokasi PT Sarana Multi Infrastruktur dan Bank Panin Dubai Syariah masing-masing mencapai Rp248 miliar dan Rp148,76 miliar. Dalam pembiayaan sindikasi, Bank Syariah Indonesia berperan sebagai Mandated Lead Arranger, Agen Fasilitas, Agen Jaminan, dan Agen Escrow.

Pinjaman bertenor 10 tahun ini akan membiayai ruas jalan sepanjang 29,87km berikut jembatan dan fasilitas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor. Acara Financial Closing Proyek Jalintim Sumsel ini sendiri berlangsung di Auditorium Kementerian PUPR RI, Senin, 22/2/21. 

Dalam acara itu hadir sejumlah pejabat penting terkait pembiayaan sindikasi syariah ini. Tampak antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto, dan Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Wismana Adi Suryabrata. Tak ketinggalan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan Kiagus Saiful Anwar,

Dari pihak sindikasi pembiayaan, tampak  Wakil Direktur Utama 1 Bank Syariah Indonesia Ngatari, Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad, Direktur Utama Panin Dubai Syariah Bratha, dan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) Muhammad Wahid Sutopo. PT PII bertindak sebagai lembaga penjamin.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang positif dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Pasalnya, proyek ini dapat mempersingkat waktu tempuh kendaraan, sehingga berdampak kepada penurunan harga barang, peningkatan pendapatan masyarakat, serta berkurangnya polusi udara,” ujar Hery.

Ruas jalan yang dipreservasi dalam proyek ini meliputi Jalan Sriwijaya Raya (6,3 km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 km), Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 km), Jalan Soekarno - Hatta (8,32 km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (4 km) dan Jalan Sultan Mahmud Badarudin II (2,9 km). Ruas Jalintim ini juga akan dilengkapi dua buah Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor. Ruas-ruas jalan ini membentang dari Indralaya, Ogan Ilir, hingga Kota Palembang arah Bandara.  

Hery menambahkan, pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi Bank Syariah Indonesia dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Selain proyek infrastruktur, pada tahun ini, Bank Syariah Indonesia akan aktif menyalurkan sindikasi ke sektor energi, di mana salah satu proyek yang dibiayai adalah proyek kerjasama pemerintah dengan badan usaha.

Sampai Desember 2020, pembiayaan wholesale Bank Syariah Indonesia tercatat sebesar Rp48,03 triliun. Pada akhir 2021, Bank Syariah Indonesia menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale sebesar 4-6 persen secara tahunan atau year on year (yoy). (wrn)


Komentar Pembaca