Lha Kok Bisa? Nama Jokowi Teratas Capres 2024

Polhukam  SENIN, 22 FEBRUARI 2021 | 23:40 WIB

 Lha Kok Bisa? Nama Jokowi Teratas Capres 2024

Joko Widodo (Jokowi) sudah dua periode menjadi Presiden Republik Indonesia. Berdasarkan Undang-undang, dia tidak bisa lagi menjadi presiden untuk ketiga kalinya. Namun ternyata tetap saja nama dia di urutan teratas Calon Presiden (Capres) 2024.

Demikian hasil survei Lembanga Survei Indonesia (LSI) terbaru yang dirilis di Jakarta, Senin (22/2/2021), oleh Direktur LSI Djayadi Hanan.
Menurut Djayadi, survei soal evaluasi publik terhadap kondisi nasional dan peta awal Pemilu 2024 menunjukkan tiga nama tersebut menjadi teratas saat memberikan daftar nama kepada responden tanpa memasukkan nama Jokowi.

Namun, lanjut dia, ketika ditanyakan siapa capres yang dipilih tanpa menyuguhkan daftar nama, responden secara spontan paling banyak menyebut Jokowi.

"Jika pemilihan dilakukan saat ini, secara spontan Joko Widodo paling banyak disebut, 18 persen. Kemudian Prabowo Subianto 12 persen, Anies Baswedan 5,7 persen, Ganjar Pranowo 3,5 persen," ungkap Djayadi.

Nama berikutnya adalah Sandiaga Uno dipilih oleh 2,6 persen responden, Basuki T Purnama alias Ahok 2,5 persen, Tri Rismaharini 2,3 persen, AHY 1,4 persen, dan Ridwan Kamil 1,1 persen. Sementara nama lain kurang dari 1 persen, dan yang masih belum mau menjawab 45,3 persen.

"Sementara pada simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 29 nama tanpa nama Joko Widodo, dan responden boleh menyebutkan nama lain, Prabowo Subianto paling unggul 22,6 persen," jelas Djayadi.

Berikutnya nama Ganjar Pranowo 10,6 persen, Anies Baswedan 10,2 persen, Ahok 7,2 persen, Sandiaga Uno 6,9 persen, Tri Rismaharini 5,5 persen, Ridwan Kamil 5 persen, AHY 4,8 persen. Sedangkan nama lain kurang dari 3 persen, dan belum menjawab 10,4 persen.

Selanjutnya, menurut dia, sikap tegas atau berwibawa, kemudian merakyat, jujur dan bersih dari KKN, merupakan tiga alasan utama pemilih dalam menentukan pilihan presiden.

Survei ini dilakukan LSI periode 25-31 Januari 2021, dengan metodologi multistage random sampling pada 1.200 responden. Margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.[ros]


Komentar Pembaca