Peternak Ikan Cupang "Menjerit" Merugi Rp8 Juta Akibat Banjir

Ekonomi  MINGGU, 21 FEBRUARI 2021 | 19:15 WIB

Peternak Ikan Cupang

net

Banjir yang menerjang wilayah Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan membuat sejumlah peternak sekaligus pedagang ikan cupang di 'menjerit' karena menelan rugi hingga Rp8 juta rupiah.

Suwito, salah satu pedagang mengaku kerugian terjadi karena ratusan ikan cupangnya hilang akibat banjir itu.

Dari 972 ekor cupang yang ia miliki, kini hanya tersisa 24 ekor cupang jenis Avatar.

"Tinggal 24 yang terselamatkan," kata Suwito saat ditemui di kediamannya, Minggu (21/2).

Suwito dan lima pedagang lain biasanya menjajakan ikan cupang mereka di atas jembatan Kali Buncit 12, Jalan Mampang Prapatan, Kelurahan Duren Tiga.

Mereka membangun lapak dan menyimpan dagangannya di atas trotoar jembatan itu.

Ketika banjir dengan ketinggian hingga lebih dua meter menerjang Kelurahan Duren Tiga beberapa hari lalu, Suwito terjebak di kontrakan. Saat itu listrik mati dan tangan istrinya sedang mengalami patah tulang.

Saat itu, sebenarnya ia teringat cupang-cupangnya. Namun, karena banjir yang begitu besar, ia tidak bisa ke mana-mana. Bahkan mebuka pintu kontrakan saja tidak bisa.

"Istri saya kan tangannya patah, ya saya nggak bisa apa-apa, di sini saja. Saya pikir nggak akan kayak gini (banjirnya)" kata Suwito.

Semua ikan cupang Suwito memang disimpan di lapak. Ia tidak mengira banjir begitu besar.

Biasanya, kata Suwito, ketinggian air ketika banjir hanya sampai trotoar. Namun, malam itu begitu besar.

Suwito menyebutkan, beberapa cupang yang hilang antara lain jenis koi, giant, avatar, nemo, dan lainnya.

Warna ikan-ikan tersebut sudah bagus dan siap untuk dijual.

"Ilang semua," keluh Suwito.

Suwito menyebutkan, harga beberapa jenis ikan cupangnya yang hilang bisa mencapai Rp 250 ribu dan Rp 300 ribu per ekor.

"Ada yang Rp250 ribu itu Kalimaya, itu empat ekor," sebut Suwito.

"Belum Nemo Galaxy, kita bisa jual Rp300 ribu," tambahnya.

Tidak hanya ratusan ikan, Suwito juga kehilangan semua asesoris ikan, akuarium akrilik, dan serokan ikan.

Selain itu pakan mati ikan berupa pelet, baby shrimp, serta pakan hidup berupa jentik nyamuk, cacing sutra, dan kutu air juga raib.

"Itu semua (yang hilang) ada lah Rp8 juta," sebut Suwito.

Padahal, dengan hasil menjual cupang yang telah ia lakoni selama dua tahun itu, ia bisa membeli kulkas, motor, dan menyekolahkan anak.

Meski merugi, Suwito mengaku akan tetap melanjutkan usaha jualan cupangnya. Ia berniat menjual beberapa barang berharga miliknya sebagai modal.

"Ya sekarang ini kita ngeluarin duit lagi. Paling kita jual semua ini," kata Suwito menunjuk barang elektronik di rumahnya.

Kerugian juga dialami pedangang ikan cupang lain. Kuswoyo, pedagang lainnya di jembatan Sungai Buncit 12.

Ia juga kehilangan banyak ikan cupang yang sudah setengah jadi.

Beberapa ikan Kuswoyo disimpan di dalam rak lemari di lapaknya. Karena diterjang banjir, ikan-ikan tersebut hanyut.

Usia cupang tersebut berkisar antara 3 hingga 6 bulan dengan jenis avatar nemo dan avatar gordon.

"Kalo dipukul rata, harganya Rp50 ribu sampai Rp250 ribu," sebut Kuswoyo saat ditemui di lapaknya.

Ia menaksir kerugiannya mencapai Rp1,5 juta.

"Sampe 1,5 juta lah," kata Kuswoyo.

Ikan cupang pedagang lainnya, Manto juga hanyut. Manto sempat mengamankan cupang-cupang di lapaknya ke rak yang lebih tinggi ketika air belum mencapai titik tertinggi.

Ketika air surut, Manto merapikan kembali lapaknya dan bersiap berjualan kembali. Namun, ketima ia membuka pintu raknya, ikan-ikan tersebut sudah tidak ada.

"Kita nggak tahu air sampai setinggi itu," kata Manto saat ditemui di kediamannya.

"Biasanya di atas trotoar itu paling tinggi," tambahnya.

Kata Manto, karena banjir tersebut, sekitar 300 ekor ikan cupangnya raib.

Tidak hanya itu, asesoris ikan yang Manto jual juga rusak. Menurutnya, pembeli tidak mau mengambil asesoris yang labelnya telah rusak.

"Otomatis kita mulai lagi dari awal," ungkapnya.

Ia menaksir akibat kehilangan itu, kerugiannya mencapai Rp 2 juta. Berbeda dengan Suwito dan Kuswoyo, semua ikan dan asesoris Manto hilang.

"Yang tersisa apaan, semua ikan terlepas, asesoris hilang dan rusak. Yang tersisa tinggal lapaknya," ungkapnya. [irm]


Komentar Pembaca