Bantu Korban Banjir, Aksi FPI Dibubarkan Aparat

Polhukam  MINGGU, 21 FEBRUARI 2021 | 17:50 WIB

 Bantu Korban Banjir, Aksi FPI Dibubarkan Aparat

Pada 30 Desember 2020 Pemerintah mengumumkan bahwa Front Pembela Islam (FPI) merupakan organisasi terlarang di wilayah Republik Indonesia. Namun demikian kemarin sepuluh orang menggunakan atribut FPI dan mengatasnamakan ormas besutan Habib Rizieq Shihab itu beraksi. Mereka membantu korban banjir.

Kepada para wartawan hari ini, Minggu (21/2/2021), Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar mengatakan bahwa petugas kepolisian bersama TNI membubarkan sekelompok sukarelawan yang mengatasnamakan FPI itu. Mereka hendak memberikan bantuan kepada korban banjir di wilayah Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Menurut Kapolsek Makasar, langkah tegas berupa pembubaran itu dilakukan lantaran para sukarelawan memakai atribut FPI yang telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

"Kemarin benar, karena kan mereka itu ikut dengan memakai atribut FPI. Nah sedangkan sekarang segala kegiatan bentuknya FPI kan dilarang kan kita tahu sendiri sehingga saya sama Pak Danramil, Pak Kapolres dan Pak Dandim melarang mereka untuk ikut," kata dia.

 Dikemukakan Saiful, saat itu pihaknya membolehkan kelompok relawan itu ikut memberikan bantuan korban banjir asal tidak memakai atribut FPI.

"Kecuali silakan mereka ikut, semua boleh ikut tetapi tidak menggunakan atribut itu. Sudah kami sampaikan ya kami imbau baik-baik kok agar benderanya, semuanya yang ada di situ kami suruh turunkan semuanya kita pakai baju biasa saja," ujar Saiful.

Kesepuluh orang yang mengatasnamakan FPI itu tidak mau menuruti imbauan aparat keamanan, lalu aksi mereka dibubarkan. Tidak ada perlawanan dari kelompok tersebut, mereka bubar dan mencopot atribut FPI-nya.

"Kami kan imbau mereka silakan ikut memberikan bantuan korban banjir bersama TNI Polri kami tidak melarang, tetapi jangan memakai atribut yang sudah dilarang negara," ujar Saiful.[ros]


Komentar Pembaca