Waduh! Presiden Khawatir tentang Kepastian Kedatangan Vaksin

Polhukam  SABTU, 20 FEBRUARI 2021 | 15:10 WIB

Waduh! Presiden Khawatir tentang Kepastian Kedatangan Vaksin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan fakta saat ini vaksin menjadi salah satu komoditas paling diperebutkan di dunia. Karenanya ia mengkhawatirkan keterseiaan vaksin di dalam negeri, kendati Indonesia sudah mengamankan 426 juta dosis vaksin. Sebab kapan tibanya vaksin itu yang belum pasti.

Presiden mengatakan, dirinya mengkhawatirkan ketersediaan vaksin tidak dapat memenuhi kebutuhan warga Indonesia saat ini. Padahal, ia menargetkan proses vaksinasi dapat dilakukan kepada jutaan orang per harinya.

"Masalah besar adalah ketersediaan vaksin itu sendiri yang tidak bisa dalam jumlah yang kami inginkan dalam waktu sekarang," ucap Jokowi dalam Perayaan Imlek Nasional Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor hari ini, Sabtu (20/2/2021).

Presiden mengkalkulasi bahwa ada 29 ribu vaksinator di Indonesia. Dengan jumlah itu, dia menargetkan total masyarakat yang disuntik vaksin covid-19 per hari mencapai 1,2 juta orang.

Sementara ketersediaan vaksin masih menjadi masalah besar. Menurut Jokowi, pemerintah sudah mendapatkan 3 juta vaksin untuk tenaga kesehatan.

Pemerintah telah pula mendapatkan jatah 7 juta vaksin yang akan diberikan untuk pelayan publik atau pekerja publik, guru, lansia, dan pekerja di pusat ekonomi. Setelah itu baru masyarakat umum.

"Tapi sekali lagi vaksin yang ada di dunia ini rebutan 215 negara, semua ingin dapat vaksin," kata Presiden.

Namun ditegaskan Presiden, pemerintah terus berupaya agar Indonesia mendapatkan jatah vaksin secara berkelanjutan setiap bulannya. Sejauh ini, pemerintah sudah mengamankan 426 juta vaksin covid-19. Tapi datangnya kapan masih rebutan. Pemerinah terus berusaha agar vaksin itu terus ada.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah memesan 426 juta vaksin covid-19 dari empat perusahaan berbeda. Langkah itu

MoeslimChoice.Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan fakta saat ini vaksin menjadi salah satu komoditas paling diperebutkan di dunia. Karenanya ia mengkhawatirkan keterseiaan vaksin di dalam negeri, kendati Indonesia sudah mengamankan 462 juta dosis vaksin. Sebab kapan tibanya vaksin itu yang belum pasti.

Presiden mengatakan, dirinya mengkhawatirkan ketersediaan vaksin tidak dapat memenuhi kebutuhan warga Indonesia saat ini. Padahal, ia menargetkan proses vaksinasi dapat dilakukan kepada jutaan orang per harinya.

"Masalah besar adalah ketersediaan vaksin itu sendiri yang tidak bisa dalam jumlah yang kami inginkan dalam waktu sekarang," ucap Jokowi dalam Perayaan Imlek Nasional Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor hari ini, Sabtu (20/2/2021).

Presiden mengkalkulasi bahwa ada 29 ribu vaksinator di Indonesia. Dengan jumlah itu, dia menargetkan total masyarakat yang disuntik vaksin covid-19 per hari mencapai 1,2 juta orang.

Sementara ketersediaan vaksin masih menjadi masalah besar. Menurut Jokowi, pemerintah sudah mendapatkan 3 juta vaksin untuk tenaga kesehatan.

Pemerintah telah pula mendapatkan jatah 7 juta vaksin yang akan diberikan untuk pelayan publik atau pekerja publik, guru, lansia, dan pekerja di pusat ekonomi. Setelah itu baru masyarakat umum.

"Tapi sekali lagi vaksin yang ada di dunia ini rebutan 215 negara, semua ingin dapat vaksin," kata Presiden.

Namun ditegaskan Presiden, pemerintah terus berupaya agar Indonesia mendapatkan jatah vaksin secara berkelanjutan setiap bulannya. Sejauh ini, pemerintah sudah mengamankan 426 juta vaksin covid-19. Tapi datangnya kapan masih rebutan. Pemerinah terus berusaha agar vaksin itu terus ada.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah memesan 426 juta vaksin covid-19 dari empat perusahaan berbeda. Langkah itu ditempuh guna memastikan suplai vaksin tidak terhambat.[ros]


Komentar Pembaca