Gorok Terapis Saat Dipijat, Pria Ini Terancam Hukuman Mati

Daerah  SABTU, 20 FEBRUARI 2021 | 08:45 WIB

Gorok Terapis Saat Dipijat, Pria Ini Terancam Hukuman Mati

Pria berinisial MI adalah pengangguran yang bekerja serabutan. Ia sudah berpisah dari istrinya, dan merupakan pelanggan Panti Pijat Berkah, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Seperti biasanya, pada Kamis 4 Februari 2021 sekitar pukul 11.00 WIB MI datang dan dipijat oleh Ambarwati alias Santi yang tengah memijatnya. Rupanya MI memang sudah merencanakan pembunuhan ini, ia pun menusuk Santi sehingga si terapis tewas di tempat. Sementara rekan Santi, Tatik terkena bacokan golok dan dirawat di rumah sakit.

Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, Jumat (19/2/2021), mengatakan, pihaknya telah menangkap MI. Tersangka MI ditangkap di tempat persembunyiannya di Magetan, Kamis (18/2/2021) Pukul 17.00 WIB.

"Tersangka diringkus di Desa atau Kecamatan Takeran, Magetan pada Kamis. MI yang berupaya kabur saat akan ditangkap terpaksa diberikan tindakan tegas pada bagian kakinya. Tersangka sudah berkeluarga, tetapi dua bulan pisah ranjang dengan istrinya. Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap," jelas Deddy.

Dalam kasus ini petugas menyita sejumlah barang bukti, yakni kemeja lengan pendek warna biru, celana jins hitam dan sepatu milik tersangka. Pakaian itu diketahui diperoleh polisi di lokasi kejadian. Sebab, MI ketika itu langsung kabur tanpa mengenakan busana.

"Kami juga menyita golok yang digunakan tersangka membunuh korban, serta helm dan sepeda motor milik tersangka," jelasnya.

Berdasarkan hasil interogasi, senjata tajam berupa golok telah disiapkan oleh tersangka dan disimpan di dalam tas punggung.

"Senjata tajam itu disiapkan untuk membunuh korban," kata AKBP Deddy.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Rahmawati Laila menjelaskan, saat ditangkap, pelaku bersembunyi di rumah teman masa kecil ibunya di Kabupaten Magetan.

"Orang tua tersangka menitipkannya ke teman masa kecil ibunya yang bekerja di Magetan," ucap Rahmawati.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman seumur hidup atau ancaman hukuman mati.

"Pelaku kabur usai melakukan penusukan terhadap dua orang terapis, yang satu orang di antaranya tewas akibat kejadian itu," katanya di Mojokerto, Kamis.

Deddy mengatakan, pelaku kabur dengan kondisi tidak mengenakan pakaian menyusul saat dilakukan olah tempat kejadian perkara, petugas menyita celana dan baju yang dipakai oleh pelaku. Juga senjata tajam yang disita dari lokasi kejadian. [ros]


Komentar Pembaca