Ketika Keluarga Kerajaan Berseteru, Putri pun Bisa Terkunci di Istana

Daerah  MINGGU, 14 FEBRUARI 2021 | 09:10 WIB

Ketika Keluarga Kerajaan Berseteru, Putri pun Bisa Terkunci di Istana

Ini kisah nyata di era modern, tentang perseteruan dalam keluarga kerajaan. Gusti Kanjeng Ratu Wandansari Koes Moertiyah,yang karib disapa Gusti Moeng terkunci di dalam Keraton Surakarta sejak Kamis (11/2/2021) dan baru keluar pada Sabtu (13/2/2021).

Sementara itu Paku Buwono XIII menampik pengakuan itu. Menurutnya Gusti Meong sengaja masuk secara sembunyi-sembunyi lalu tidak mau keluar dari Keraton.

Kisah pengalaman dirinya terkunci diceritakan Putri Paku Buwono XII, yang kemarin langsung diceritakannya kepada para wartawan yang menunggunya di Kori Kamandungan kemarin siang. Kori Kamandungan merupakan pintu utama keraton.

Menurut Gusti Moeng, ia awalnya masuk ke dalam kawasan keraton karena melihat ada satu kendaraan dinas pejabat datang ke keraton. Saat itu ia lewat Kamandungan dan melihat mobil berplat nomor RI 10.

"Saya langsung turun dan ternyata pintu terbuka, karena tamunya setingkat menteri kan, dimasukkan lewat sini," katanya menyebut Kamandungan.

Sayang sekali, ia tidak bisa bertemu sang tamu. Dirinya bersama putra PB XIII justru terkunci di dalam keraton.

Gusti Meong mengaku, ia sudah beberapa tahun terakhir dilarang masuk ke keraton oleh PB XIII. Karena itulah ia menggunakan kesempatan kedatangan tamu pejabat itu untuk masuk dan melihat isi dalam keraton.

"Selama tiga hari dua malam tersebut saya dokumentasikan semuanya, saya juga akan melaporkan keadaan keraton supaya nanti mempersiapkan untuk bersama-sama bekerja dengan Sinuhun (PB XIII) untuk menyelamatkan keraton," kata Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta ini.

Ia mengakui selama terkunci tersebut terus intens berkomunikasi dengan suaminya KPA Eddy Wirabumi. Eddy sendiri sebelumnya sudah menceritakan, dirinya telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian, memberitahu Gusti Meong terkunci.

Ia juga mengatakan bahwa Gusti Moeng dan anak PB XIII GKR Timoer Rumbai benar-benar terkunci atau ada oknum yang mengunci dari luar, dan bukan secara sengaja tidak ingin keluar dari keraton.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal tersebut pihak dari PB XIII tegas membantah. Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta KRA Dani Adiningrat yang merupakan Juru Bicara PB XIII menampik adanya kesengajaan mengunci agar dua putri keraton tersebut tidak bisa keluar.

"Justru sebetulnya mereka sudah diminta keluar oleh Sinuhun, tetapi mereka tidak mau dan hari ini tadi ketika mereka mengabari bahwa mereka mau keluar ya sudah. Masuknya kan juga tidak diundang, kalau mau keluar ya keluar," katanya.

Sebagaimana diketahui, konflik keluarga yang terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yaitu antara PB XIII dengan beberapa saudaranya hingga saat ini belum menemui titik temu. Salah satu penyebab konflik adalah rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keraton Kasunanan Surakarta yang sampai saat ini belum menemukan kata sepakat antara kedua pihak.[ros]


Komentar Pembaca
Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Hukum Sikat Gigi Saat Puasa

Kamis, 15 April 2021 | 19:05

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Berpuasa, Tapi Meninggalkan Sholat?

Kamis, 15 April 2021 | 13:50