Terapi Plasma Konvalesen, Ini Penjelasannya

Kesehatan  MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 15:10 WIB

Terapi Plasma Konvalesen, Ini Penjelasannya

Hampir setahun Indonesia dilanda Pandemi Cornavirus Disease 2019 (Covid-19), yang menghajar segala sendi kehidupan. Pemerintah dan rakyat Indonesia kelelahan, dan hampir tak berdaya dibuatnya. Karena itu berbagai upaya dilakukan untuk mengakhiri Pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi dan terapi konvalesen.

Dalam siarannya hari ini, Minggu (24/1/2021), Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mendorong para Penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasma konvalesen mereka. Tujuannya, lebih cepat terbentuk herd immunity.

Mengenai Plasma Darah Konvalesen, Juru Bicara Satgas Covid-19 RS UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto mengungkapkan bahwa seorang penyintas infeksi akan membentuk antibodi di tubuhnya setelah sembuh. Kemudian, antibodi itu akan disimpan dalam plasma darah orang tersebut.

Dari kondisi itu, para tenaga kesehatan (nakes) berusaha membantu, jika ada orang yang terinfeksi, sementara orang tersebut belum memiliki antibodi. Kendati demikian, para nakes akan membantu dengan cara memberikan plasma dari orang yang sudah sembuh dari suatu infeksi.

Sementara untuk Covid-19, Tonang menjelaskan, acuannya adalah penyintas penyakit tersebut diharapkan sudah membentuk antibodi. Plasma penyintas Covid-19 itu kemudian diberikan kepada orang lain yang sedang menghadapi infeksi virus corona, dengan harapan antibodi tersebut mampu melawan infeksi yang sedang berjalan.

Secara sederhana, terapi plasma konvalesen dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang tengah mengalami infeksi.

"Terapi plasma konvalesen diberikan dengan cara mengambil plasma darah yang mengandung antibodi dari donor. Kemudian, antibodi tersebut ditransfusikan kepada pasien yang membutuhkan," katanya.

"Dalam kasus Covid-19 ini adalah tindakan yang memberikan antibodi," tambahnya.

Ada yang mau jadi Donor Plasma Konvalese? Ini syaratnya:
1. Berusia antara 18-60 tahun
2. Sudah pernah terinfeksi Covid-19 berdasarkan Test PCR, dan sudah dinyatakan sembuh;
3. Tidak bergejala minimal 14 hari setelah sembuh
 4. Jeni Kelamin Laki-laki/Perempuan, diutamakan belum pernah hamil
5. Diutamakan mantan penderita Covid-19 dengan gejala-berat.

*Yang ingin jadi pendoro, daftar ke Google Form di alamat s.id/donorplasma. [ros]


Komentar Pembaca