Sengit Sekali! Fuad Serang Tim Ekonomi Jokowi

Polhukam  MINGGU, 24 JANUARI 2021 | 09:08 WIB

Sengit Sekali! Fuad Serang Tim Ekonomi Jokowi

Masih ingat Fuad Bawazier? Dia adalah Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII. Nah di Kanal YouTube Fadli Zon Official, Fuad Bawazier menuding para pejabat ekonomi di Pemerintah Presiden Jokowi Joko Widodo (Jokowi) hanya jualan statement.

Pemerintah memprdiksi ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 5 persen tahun 2021. Hal itu dibantah Fuaz Bawazier, dengan menyebut target pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi Covid-19 itu janji-janji semata.  Kinerja ekonomi sendiri tidak pernah disampaikan secara benar.

"Masalahnya, kata Fuad, banyak pejabat ekonomi yang jualannya cuma statement - statement. Misalnya prediksi-prediksi orang asing yang punya kepentingan atau interest tertentu. Itu yang dicekoki ke masyarakat, tapi kinerja sendiri tidak pernah dipublikasikan, red," kata dia seperti dikutip dari i YouTube Fadli Zon Official, Minggu (24/1/2021).

 Ia menuding, pemerintah juga selalu mengatakan situasi saat ini lebih baik, selalu berhati-hati. Itu, propaganda usang ini sudah dipakai sejak era Orde Baru dan sudah tak layak lagi dipakai.

"Umumnya pemerintah itu mengatakan kami lebih baik dibanding ini. Selalu berpropaganda, selalu ngomong baik-baik saja, kami prudent, kami hati-hati, kami terukur, selalu baik-baik saja omongnya," katanya sengit.

"Ini susunan kata yang dipakai sejak Orba dan sudah tidak pas lagi dipakai di zaman ini. Jadi ini seolah-olah enggak ada masalah kayaknya. Padahal riilnya kan enggak seperti itu," tambah Fuad.

Padahal, kata dia, dari sisi ekonomi ancaman cukup banyak. Sejak tahun kemarin pajak mungkin sudah mengalami kontraksi, pendapatan negara goyang sampai 19%. Sementara belanja negara naik hampir 15%, sehingga gapnya semakin meluas.

"Ketika pemasukan kecil, pengeluaran lebih besar pasak dari tiang, rumah tangga pun kalau terus-terusan begitu ya bisa ambruk. Cuma ini untungnya kan negara," katanya.

Hanya kalau gapnya terus-terusan seperti ini tentu akan mengkhawatirkan bagi mereka yang akan berinvestasi ke Indonesia.  Sebagian besar krisis ekonomi di dunia ini karena gagal bayar utang.

 "Kita rasionya sudah meninggi, tetapi pemerintah bisa berargumentasi rasionya belum 60 persen. Masalahnya bukan soal rasionya. Ada yang rasionya 100 persen juga enggak apa-apa asalkan bisa bayar." tegasnya.[ros]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47