KASUS AMBIL PAKSA JENAZAH PASIEN COVID-19

Karena Almarhumah Dermawan, Warga Rela Terancam Dibui

Hukum  SABTU, 23 JANUARI 2021 | 16:35 WIB

Karena Almarhumah Dermawan, Warga Rela Terancam Dibui

Sepekan lalu tepatnya tanggal 16 Januari 2021, puluhan warga mengambil paksa jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Mereka nekat, karena almarhumah dikenal baik selama hidupnya.

Kini ke-12 warga Kalibuntu itu menjalani pemeriksaan di Mapolres Probolinggo. Mereka menjalani tes swab massal di balai desa sebelum menjalani pemeriksaaan di kantor polisi. Satu per satu warga desa pesisir itu menjalani pemeriksaan.

“Saya datang ke sini diperiksa terkait penjemputan jenazah Bu Rodiyah di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan,” kata Fais, warga Kalibuntu.

Diahanya ditanya lima pertanyaan seputar keterlibatannya saat penjemputan jenazah Covid-19 itu. Sama dengan Hatip.

“Saat diperiksa, saya ungkapkan fakta adanya miskomunikasi antara rumah sakit dengan warga yang menjemput jenazah,” katanya.

 Miskomunikasi dimaksud, kata Hatip, saat ratusan warga hendak mengambil jenazah Rodiyah, tidak ada pihak RSUD yang menemui mereka.

Termasuk satpam hingga petugas di Instalasi Rawat Darurat (IRD) tidak memberikan jawaban terkait keinginan warga.

“Warga pun kehilangan kesabaran saat mengambil paksa jenazah Bu Rodiyah,” kata Hatip.

Dikatakan selama hidupnya di kampung, Rodiyah dikenal ramah dan dermawan


Sementara itu Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, ke-12 warga itu atas kesadarannya sendiri mendatangi Mapolres untuk diperiksa. Mereka mengakui, kekhilafannya telah menjemput paksa jenazah Covid-19, Rodiyah.

“Mereka sudah kami periksa, status mereka sebatas saksi. Namun nanti akan kami cocokkan dengan bukti-bukti yang ada. Akan diketahui siapa yang menjadi dalang di balik kejadian itu, mereka yang kelak menjadi tersangka,” kata Kapolres.

 Ferdy menyebut, tindakan ratusan warga Kalibuntu mengambil paksa jenazah Covid-19 bisa dijerat pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Pelakunya terancam hukuman satu tahun penjara atau denda Rp100 juta," katanya.[ros]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47