Lenyepaneun (1)

Opini  SABTU, 23 JANUARI 2021 | 13:33 WIB

Lenyepaneun (1)

Kawasan Kota Parijs, Bogor, Jawa Barat, di masa kolonial

Di Kota Bogor, Jawa Barat, membentang seruas jalan. Jalan KH R Abdullah bin Nuh (1905-1987). Namun, nama sebuah jalan saja pasti belum cukup untuk menggambarkan ulama yang sangat langka ini.  Apa kaitannya dengan Lenyepaneun?

Generasi milenial, yang lahir pada dasawarsa 90-an dan sesudahnya, tentulah belum pernah bertatap muka dengannya. Namun, alhamdulillah laman wikipedia edisi bahasa sudah memuat sekilas jejak langkahnya, meski itu pun belum cukup mengungkapkan kelangkaannya.

Peninggalannya yang insya Allah akan menjadi amal jariyah baginya antara lain adalah kompleks pendidikan Al Ghazaly. Lokasinya terletak di kawasan Kota Paris.

Yang belum mengenal Kota Paris di Bogor, silakan mengunjungi sepenggal keasrian lama yang masih terawat setidaknya sejak pertengahan Abad XIX hingga XXI saat ini. Toponimi (penamaan tempat) Kota Paris memang berasal dari masa kolonial, De Staate Van Parijs. Kawasan ini lahir dari keinginan pemerintah kolonial Belanda untuk membangun kawasan pemukiman baru dengan latar belakang Gunung Salak, wilayah pilihan, seiring penerapan segregasi (pemisahan) permukiman berdasarkan kelompok penduduk: Belanda dan Eropa, Arab, India, Tionghoa dan Bumiputra pada 1845.

Kaitan Abdullah bin Nuh dengan Kota Paris banyak yang belum membahasnya. Berbeda dengan kaitan almarhum dengan tokoh idolanya Al Ghazali, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad At Tusiy As Syafi'i (1058-1111), ulama, filsuf, dan juga sufi terkemuka yang sangat berpengaruh dalam perkembangan umat Islam hingga saat ini.

Malah sangat langka yang mengaitkan Abdullah bin Nuh, Kota Paris, dan Al Ghazali sekaligus. Tersedia jalinannya sekarang. Sejatinya di Kota Paris itulah Abdullah bin Nuh mendakwahkan kompatibilitas Islam dengan perubahan zaman melalui kehadiran langsung di kawasan kelas menengah-atas kota. Hingga sekarang kompleks pendidikan Al Ghazaly di Kota Paris tetap berada di sebuah enclave kelas menengah-atas di Kota Bogor.

Di masa-masa awal Islamic Center Al Ghazali berdiri, pada periode 1970-an, tetangganya antara lain asrama mahasiswa asal Sulawesi Selatan, Latimodjong, juga sebuah cluster perumahan tinggalan zaman Belanda yang selanjutnya menjadi hunian bagi sejumlah dosen IPB di Jalan Semboja.(GE)


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47