Biden Langsung Cabut Aturan Diskriminatif terhadap Muslim

Hukum  SABTU, 23 JANUARI 2021 | 10:10 WIB

Biden Langsung Cabut Aturan Diskriminatif terhadap Muslim

Baru beberapa jam setelah dilantik, Presiden Ke-46 Amerika Serikat (AS) Joe Bidan sudah menunjukkan perbedaan besar dengan pendahulunya Donald Trump. Biden langsung menghapuskan dan membatalkan 17 aturan kontroversial dan diskriminatif yang dibuat Trump.

Aturan-aturan yang dicabut dan atau ditangguhkan Biden antara lain Larangan Masuk AS bagi Warga Negara-negara Mayoritas Muslim; Pembangunan Tembok Perbatasan dengan Meksiko;  dan Bergabung Kembali dengan Perjanjian Iklim Perjanjian Paris.

Dari 17 aturan yang dicabut Biden itu, enam aturan imigrasi yang  sebagian besar merupakan kebijakan kontroversial Trump.

Tembok pembatas Meksiko-AS adalah rangkaian pembatas vertikal di sepanjang perbatasan Meksiko – Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk mengurangi imigrasi ilegal ke Amerika Serikat dari Meksiko. Kalau selesai, panjang tembok pembatas ini sekitar 1.044 km.

Biden menandatangani perintah eksekutif yang mengakhiri larangan perjalanan bagi warga dari lebih dari 12 negara muslim, termasuk Eritrea, Yaman, Nigeria dan Sudan. Batasan tersebut diberlakukan oleh mantan Presiden Donald Trump ketika dia pertama kali masuk kantor.

Dikritik sebagai "larangan muslim" ketika pertama kali diungkapkan, hal itu akhirnya malah diberlakukan juga bagi beberapa negara non-mayoritas-Muslim. Presiden Joe Biden menghapus larangan yang disebutnya sebagai kebijakan itu diskriminatif.

Langkah untuk mencabut larangan tersebut dipuji oleh beberapa organisasi hak-hak sipil, termasuk American Civil Liberties Union, yang menyebut kebijakan itu sebagai "larangan Muslim yang kejam yang menargetkan orang Afrika."

Joe Biden juga memerintahkan agar pembangunan tembok perbatasan dekat Meksiko dihentikan, sebuah langkah yang disambut baik oleh negara tetangga. Dinding itu adalah salah satu proyek Trump selama kampanye kepresidenan 2016.

Perintah imigrasi utama lainnya yang disahkan oleh Presiden Joe Biden termasuk membatalkan rencana untuk mengecualikan orang-orang yang berada di negara itu secara ilegal dari sensus 2020, dan mempertahankan Tindakan yang Ditangguhkan untuk Kedatangan Anak (DACA).

Program ini telah melindungi ratusan ribu orang yang datang ke negara itu sebagai anak-anak dari deportasi. Namun, reformasi imigrasi paling ambisius yang akan dilakukan oleh Biden adalah RUU yang memberikan status hukum dan memberikan jalan bagi kewarganegaraan bagi siapa pun di negara itu sebelum 1 Januari.

 RUU itu diperkirakan menyangkut 11 juta orang. RUU itu juga bertujuan untuk mengurangi waktu anggota keluarga harus menunggu di luar AS untuk mendapatkan kartu hijau.[ros]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47