Tinggalkan Gedung Putih, Trump Tak Hadiri Pelantikan Biden

Internasional  KAMIS, 21 JANUARI 2021 | 01:07 WIB

Tinggalkan Gedung Putih, Trump Tak Hadiri Pelantikan Biden

Donald Trump memantapkan dirinya sebagai sosok presiden kontroversial, bahkan saat penggantinya Joe Biden dan Kamala Harris dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Rabu (20/1/2021) siang waktu setempat, tengah malam WIB.

Akhir masa jabatan Presiden Donald Trump ditandai dengan dia meninggalkan Gedung Putih di Washington, DC, beberapa saat sebelum Joe Biden dilantik. Didampingi Ibu Negara AS Melania pukul 08.00 lewat, Trump meninggalkan Gedung Putih dengan helikopter menuju Pangkalan Angkatan Udara Gabungan Andrews.

Bersamaan dengan itu, Trump sengaja melanggar tradisi politik di AS yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad, dengan tidak menghadiri pelantikan Biden. Tradisi tersebut dipandang sebagai cara untuk menegaskan peralihan kekuasaan secara damai dari presiden lama kepada presiden baru.

Dilantik pada usia 78 tahun, Biden jadi presiden tertua di Amerika Serikat. Pelantikan Biden-Harris sendiri berlangsung sederhna karena Pandemi Covid-19.  Lebih dari itu, karena kekhawatiran atas masalah keamanan usai Gedung Capitol, diserbu massa pendukung Trump pada 6 Januari.

Kekerasan tersebut berbuntut panjang. Dewan Perwakilan Rakyat AS, yang mayoritas Partai Demokrat, memakzulkan Presiden Trump. Jadilah dia Presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali.

Joe Biden dilantik di depan sejumlah kecil hadirin. Ia menyatakan sumpah jabatan di hadapan Hakim Agung AS John Roberts.  

Sementara itu Kamala Harris, anak perempuan pasangan imigran asal Jamaika dan India, akan menjadi orang kulit hitam pertama, perempuan pertama, serta warga Amerika keturunan Asia pertama yang menjabat sebagai wakil presiden. Harris akan dilantik oleh Hakim Agung AS Sonia Sotomayor, yang merupakan hakim agung pertama keturunan Amerika Latin.

Upacara pelantikan Biden-Harris berlangsung di depan Gedung Capitol AS, yang dijaga ketat. Pada 6 Januari 2021, Gedung Kongres itu diduduki massa pendukung Trump. Massa terprovokasi karena Trump mengklaim bahwa ia dicurangi pada Pemilihan Presiden AS pada November 2020,  hingga kehilangan jutaan suara dukungan.

Pada jam-jam terakhir jabatannya, Trump mengeluarkan lebih dari 140 pengampunan dan pergantian, termasuk pengampunan untuk mantan penasihat politiknya Steve Bannon.

Bannon sebelumnya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan bahwa ia menipu para pendukung Trump,  sebagai bagian dari upaya untuk mengumpulkan dana pribadi bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.[ros]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47