Bupati Lombok Utara: Kecintaan Syekh Ali Jaber ke Indonesia Harus Diteladani

Berita  JUMAT, 15 JANUARI 2021 | 05:25 WIB | Zulfa Fahmi

Bupati Lombok Utara: Kecintaan Syekh Ali Jaber ke Indonesia Harus Diteladani

Almarhum Ustadz Syekh Ali Jaber dan Almarhum Ustadz Arifin Ilham/ist

Meninggalnya Ustadz Syekh Ali Jaber telah menjadi kabar duka yang mendalam bagi rakyat Indnesia. Terutama bagi mereka yang pernah bertemu dan kenal dengan ulama asal Madinah, arab Saudi yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ini. Salah satu adalah Bupati Lombok Utara, Dr H. Najmul Akhyar. 

Menurutnya, Syekh Ali Jaber tak hanya menjadi teladan dalam bidang keagamaan tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terbukti, meski berasal dari kota suci Madinah, namun kecintaannya terhadap Indonesia sungguh luar biasa.

“Seperti kita tahu bersama, beliau sudah berulang kali menyatakan kecintaannya kepada Indonesia. Kita semua tentu saja sangat kehilangan beliau,” katanya saat dihubungi, Kamis malam (14/1/21).

“Beliau adalah ulama yang istiqomah, berani mengatakan apa adanya. Beliau adalah ustadz Apa yang dikatsatu kata antara perkataan dan perbuatan. Apa yang beliau katakan itulah yang dilakukan,” tambahnya. 

Kita yang asli lahir dan besar di Indonesia, lanjut dia, tentunya harus malu dengan beliau yang begitu cinta dengan Indonesia.

“Meski berasal dari salah satu kota suci umat Islam dan mungkin memilih kehidupan yang lebih baik di sana, namun beliau lebih memilih tinggal dan menjadi warga negara Indonesia,” ungkap Najmul.

Ini tentunya, tambah dia, harus menjadi teladan bagi kita yang lahir dan besar di negari ini untuk lebih cinta dan bangga terhadap Indonesia. Sebagai warga asli negeri ini, harus bisa dan rela mengorbankan kepentingan pribadi untuk kepentingan bangsa ini.  

Terkait firasat tentang kepergian Syekh Ali Jaber, Bupati Najmul mengungkapkan bahwa dua hari sebelum ulama tersebut dirawat di rumah sakit, dia sempat bertemu dengan Syekh Ali Jaber di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Di pertemuan tersebut dia sempat menanyakan apakah Syekh Ali Jaber akan ke Lombok.

"Waktu itu beliau mengatakan tidak bisa Lombok. Hanya akan mengantarkan ibunya saja," ungkap Najmun.

Mungkin itu sebagai pertanda, lanjut Najmul bahwa beliau akan dipanggil Allah Swt. Bahkan keinginannya untuk dimakamkan di Lombok juga tidak kesampaian.

Satu lagi pesannya yang diingat Najmul adalah bahwa Syekh Ali Jaber menekankan supaya selalu menjaga kesehatan. 

"Mujahid itu harus sehat. Pejuang itu harus sehat. Apa lagi dalam kondisi pandemi saat ini," ungkap Najmul.

Bupati Najmul juga mengungkapkan bahwa Syekh Ali Jaber juga sempat menyatakan keinginannya untuk mendirikan pesantren di Lombok Utara. 

"Beliau sempat dua kali ke rumah saya. Beliau juga sempat mengutarakan keinginannya untuk membangun pesantren di Lombok Utara. Namun sampai saat belum terealisasi, belum dapat tanahnya," terang Najmul.

Sejauh ini Syekh Ali Jaber juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan masyarakat Lombok Utara. Bahkan dia sempat membeli kayu Gaharu dari masyarakat Lombok Utara yang akan digunakan untuk parfum. 

“Alhamdulillah, Kami di Lombok Utara memiliki hubungan yang sangat baik dengan beliau,” tandas Najmul.[fah]


Komentar Pembaca