Tanam Pohon Porang Simbol Komitmen Kemensos dalam Proses Rehabilitasi Sosial

Sosial  SELASA, 12 JANUARI 2021 | 22:55 WIB | Giri Sasongko

Tanam Pohon Porang Simbol Komitmen Kemensos dalam Proses Rehabilitasi Sosial

foto/net

Moeslimchoice. Sebanyak 350 pohon Porang ditanam di area seluas 0,5 hektar. Penanaman tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam proses rehabilitasi sosial yang digagas oleh Kementerian Sosial RI bersama Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) serta Penerima Manfaat (PM) di Balai Karya 'Pangudi Luhur' Bekasi.

Penanaman pohon porang tahap pertama ini sebanyak 350 pohon dan simulasi penanamannya dilakukan oleh Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat.

Porang merupakan salah satu komoditas tanaman yang umbinya punya nilai ekonomi tinggi, kegiatan ini akan memberikan manfaat pada PM yang latar belakangnya pemulung, pengemis hingga tuna wisma yang telah tinggal di Balai Karya 'Pangudi Luhur' Bekasi.

"Per hari ini sudah ada 28 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di balai. Mereka sudah mengikuti berbagai kegiatan mulai dari daur ulang sampah organik yang diubah menjadi pupuk kompos, kemudian sampah non organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti packing untuk merchandise, lukisan dari pelepah pisang dan banyak kreatifitas lainnya," tutur Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat.

Selain itu, ada juga peternakan ikan Lele yang akan diberikan kepada PM agar para PM melakukan aktivitas memberikan makan ikan Lele. Mereka akan diberi tanggungjawab masing-masing.

Kolam Lele ini juga akan dijadikan tempat pemancingan ikan untuk umum. Hasil pancingan bisa dijual dan dimasak di warung makan yang akan dibuka di sekitar Balai Karya 'Pangudi Luhur' Bekasi.

"Rencananya warung pecel Lele, sekarang sedang disiapkan. Beberapa pujasera juga disiapkan disamping lahan bakal rusunawa. Lahan rusanawa yang akan dibangun seluas 3.000 meter persegi terdiri dari 5 lantai dan bisa menampung 100 KK," jelas Harry.

Selain itu, ada juga peternakan ayam Petelur. Misalnya, untuk ayam petelur sudah direncanakan masing-masing PM mengurus sebanyak 18 ekor, jadi setiap hari akan ada telur ayam yang dikelola oleh setiap PM. 

Telur ayam tersebut langsung dijual dan dipasarkan ke balai-balai rehabilitasi sosial milik Kemensos di wilayah Jabodetabek dan juga untuk dipasarkan dibeberapa toko maupun warung.

"Telur ayam yang dihasilkan bisa langsung dijual," katanya.

Lanjut dia, untuk pengelolaan tanaman Porang, peternakan Lele, peternakan ayam Petelur, handycraft, pengelolaan sampah organik dan pupuk kompos ini, akan menjadi pendapatan tambahan bagi para PM.

Dalam waktu tidak terlalu lama, mereka akan punya tabungan yang cukup memadai, sehingga saat pembangunan rusunawa telah rampung pada bulan Oktober atau November 2021, PM sudah beralih menjadi keluarga mandiri di rusunawa tersebut.

Sedangkan untuk biaya sewa rusunawa rencananya akan dikelola menjadi modal untuk membuat koperasi bagi PM yang tinggal di rusunawa.

"Jadi, pelayanan yang diberikan itu tuntas, termasuk pengaksesan berbagai peluang kerja di luar. Contohnya kemarin, pemulung diantar langsung oleh Mensos karena telah diterima bekerja di Grand Kamala Lagoon. Kita lihat beberapa potensi masih ada," beber Harry.

Tidak sampai disitu, PM yang berada di Balai Karya 'Pangudi Luhur' Bekasi, Rabu besok (13/1) akan diberikan akses untuk perekaman identitas kependudukan yang diadakan di Kemensos bekerja sama dengan Kemendagri. Akses ini untuk mempermudah PM mendapat bantuan sosial dari Kemensos.

Kemensos juga menghadirkan Himbara, yaitu Bank Mandiri untuk membantu membukakan rekening tabungan bagi PM yang sudah memiliki identitas. Pendapatan PM selama di balai akan dimasukkan ke dalam tabungan.

"Himbara akan siapkan dashboardnya," singkatnya.

Dijelaskannya pula, bahwa Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengatasi masalah sosial dengan mengedepankan kolaborasi Kementerian atau Lembaga.

Jika PM tidak punya KTP, Risma bersurat ke Mendagri, PM yang tidak punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) Risma bersurat ke Menkes, terkait penanganan Covid-19, Risma bersurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk pembangunan Rusunawa, Risma bersurat ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan anak PM yang tidak punya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Risma bersurat ke Mendikbud.

"Semua merespon dengan baik dan cepat. Dua minggu menjabat jadi Mensos, hasilnya sudah kelihatan dengan signifikan. Oleh karena itu, kami sebagai pelaksana sangat bersemangat menindaklanjuti kebijakan strategi, bahkan taktik di lapangan yang sudah teruji," terangnya.

Harry menambahkan, bahwa Kemensos mempelajari kisah sukses di Surabaya. Risma berhasil mengentaskan Pemulung, anak jalanan dan masalah sosial lainnya untuk dapat kehidupan lebih baik.

"Ini bisa diadaptasi dengan baik untuk strategi Nasional," pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai Karya 'Pangudi Luhur' Bekasi, Kepala Balai Lansia 'Budhi Dharma' Bekasi, Kepala Balai Disabilitas 'Tan Miyat' Bekasi dan Ketua LKS Balarenik, Swara Peduli, ERBE, Kumala dan Bhakti Nurul Iman. [mt]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47