Semua Guru Wajib Divaksin

Pendidikan  JUMAT, 08 JANUARI 2021 | 22:45 WIB | Irmayani

Semua Guru Wajib Divaksin

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto/ net

Meski masih menunggu kepastian dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk vaksin guru, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto mewajibkan semua guru untuk di vaksinasi, serta dirinya juga siap untuk di vaksin pertama kali.

"Saya juga akan meminta ini (vaksin,red) agar semua guru wajib karena mereka ini menghadapi peserta didik dan masyarakat," ujarnya, Jumat (8/1/2021).

Dikatakan Zulinto, beberapa waktu lalu Gubernur Sumsel, Herman Deru memang mengatakan jika vaksin ini juga akan diprioritaskan kepada tenaga pendidik sebagai salah satu sasaran vaksin. Akan tetapi kepastian kapan diberikan, belum ada kabar selanjutnya.

"Walaupun vaksin sudah datang, namun hingga kini belum ada kepastian prioritas untuk pemberian kepada tenaga pendidik. Kalau data yang diminta dari Dinkes Kota Palembang memang sudah ada dan sudah kita serahkan," kata Zulinto.

Karena itu, Zulinto mengaku terus mengikuti perkembangan vaksin ini dan akan meminta untuk tenaga pendidik. Diakuinya, wajar jika ada guru atau masyarakat yang masih meragukan vaksin ini.

"Saya memang bukan orang kesehatan tapi yang namanya vaksin sudah diuji terlebih dulu, sebelum masuk ke Indonesia. Dan Insya Allah ini aman bahkan Pak Gubernur juga siap untuk divaksin duluan. Dan saya juga siap disuntik duluan untuk memberikan bukti kepercayaan kepada semua guru yang lain," tukasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Dinkes kota Palembang, Yudhi Setiawan menuturkan, karena guru merupakan pelayanan publik, sehingga di prioritaskan gelombang kedua.

Tenaga kesehatan masih menjadi prioritas pertama penerima vaksin Covid-19. Termasuk petugas penunjang yang bekerja di fasilitas kesehatan.

"Prioritas kedua baru untuk pelayanan publik, seperti TNI, Polri, dan Guru. Yang divaksin inikan diutamakan usia 18-59 tahun, tapi ada beberapa yang tidak boleh divaksin seperti ibu hamil, hipertensi dan lainnya," jelasnya.

Untuk jumlah data guru, pihaknya belum mengecek berapa jumlah guru yang akan divaksin.

"Sampai sekarang belum tahu berapa jumlahnya, karena kita konsen ke nakes dulu. Untuk tahap pertama ini daru Januari sampai April 2021, sedangkan tahap dua kita belum ya," tukasnya. [irm]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47