Proyek Dana Hibah PLTS Jakabaring Mulai Digarap Kejati

Daerah  KAMIS, 07 JANUARI 2021 | 13:09 WIB | Rahmad Romli

 Proyek Dana Hibah PLTS Jakabaring Mulai Digarap Kejati

net.

Setelah sempat mangkrak beberapa tahun, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel akhirnya mulai bergerak lagi menggarap berbagai proyek yang diduga dikorupsi. Salah satunya dugaan korupsi dan hibah dari pemerintah Jepang untuk pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jakabaring tahun 2017.

Salah satu saksi yang dipanggil Kejati Sumsel adalah Direktur PT Karimata Energi Persada untuk datang pada hari ini Kamis (7/1) menghadap penyidik Susanto Gani SH, Budi Narsanto, Fera Sari, Hendri Yanto serta Suhartono SH.

Wakordik Kejati Sumsel, Hendri SH membenarkan adanya pemanggilan saksi tersebut.

"Iya benar pak. Hari Kamis ini diminta hadir untuk dimintai keterangan," katanya kepada MoeslimChoice.

Seperti diketahui, untuk memenuhi kebutuhan listrik Sumsel dan Asian Games 2018, Pemprov Sumsel melalui Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) mengadakan kerjasama dengan Sharp Corporation Japan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 2 MW di Jakabaring.

Pembiayaan ini menggunakan system  joint budgeting dengan  perincian PDPDE 1,4 Juta US atau sekitar Rp 18,9 miliar, Sharp Corporation Japan yang berasal dari dana hibah Kementrian BLH Jepang sebesar 1 Juta US atau sekitar Rp 13,5 miliar.

Dalam pelaksanannya yang dilakukan rentang tahun 2016-2017 ditemukan berbagai penyimpangan hingga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 12,8 miliar. [rhd]

 


Komentar Pembaca