Kapolda Metro Jaya Lantik Dai Kamtibmas Kota Bekasi

Daerah  SELASA, 05 JANUARI 2021 | 21:30 WIB | Giri Sasongko

Kapolda Metro Jaya Lantik Dai Kamtibmas Kota Bekasi

foto/net

Sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan serta menyebarkan kebaikan kepada warga melalui ceramah keagamaan di tengah pandemi Covid-19, sebanyak 31 Dai Kamtibmas Kota Bekasi resmi dilantik Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dr. H. M. Fadil Imran, M.Si secara virtual yang dilaksanakan di Aula Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (5/1/2021).

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya, mengatakan bahwa selaku Kapolda Metro Jaya, dia sangat mengapresiasikan dan menghargai program ini dan mudah-mudahan situasi Kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya semakin kondusif karena kita bersama-sama mengelolanya.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri dan sinergitas antara Polri dan seluruh Dai Kamtibmas akan menghasilkan masyarakat yang berahlak dan berbudaya," pesannya.

Masih menurut dia, Jakarta dan sekitarnya termasuk Bekasi akan menjadi kota yang ramah dan kita adalah bangsa yang penuh dengan budaya. Maka dari itu akan sangat sulit menghasilkan budaya yang baik, apabila tidak memiliki pondasi ahlak yang baik.

"Saya berharap dengan adanya Dai Kamtibmas, maka kita dapat melawan hoax, ujaran kebencian dan lain sebagainya yang dapat menghancurkan negeri ini," tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dirinya sering mendapat nasihat dari para guru, apabila para stakeholder dan para ulama telah bergabung, maka persoalan radikalisme dan lain sebagainya dapat teratasi.

"Bahwa Nasionalisme yang religius mendapatkan tempat yang maksimal dan saya harap, para Kapolres dapat merangkul para Dai Kamtibmas yang Nasionalisme yang religius," harapnya.

Pada kesempatan itu, dia meminta agar para Kapolres bisa menjadwalkan pengajian dan bentuk kegiatan serta materi yang disesuaikan dengan kebutuhan situasi terhadap para Dai Kamtibmas untuk masyarakat.

"Selamat bertugas untuk para Dai Kamtibmas dan semoga dapat berkontribusi positif untuk bangsa dan negara, semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, Aamiin," tuturnya.

Sementara itu, Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Widjonarko, menuturkan maksud dari kegiatan pelantikan 31 Dai Kamtibmas yang merupakan perwakilan cabang di Kota Bekasi dan ceramah wawasan kebangsaan, bertugas untuk menyampaikan ceramah maupun kegiatan keagamaan lainnya.

"Dengan adanya pelantikan Dai Kamtibmas pada hari ini, semoga menjadi momentum yang baik dan kita dapat menyampaikan pesan-pesan kepada para Dai Kamtibmas untuk kemajuan negeri ini," ungkapnya, Selasa (5/1).

Sementara itu, ceramah wawasan kebangsaan yang diberikan oleh Ketua Umum PBNU, Prof, Dr. KH. Aqil Siradj, M.A, mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW diperintah oleh Allah SWT melalui Al-Quran untuk membenahi umatnya, dan dalam Al-Quran tidak ada umat Islam yang ada Umatan Wasaqoh yang tidak ekstrim kanan ataupun kiri, namun yang ada Rahmatan Lil Alamin, yaitu rahmat untuk seluruh umat.

Ia menambahkan, bahwa di zaman Rasulullah ketika beliau pindah ke Kota Yastrib, maka Nabi menjumpai masyarakat yang plural atau majemuk dan ada tiga suku, serta ada Muslim pendatang, Muslim pribumi dan non-Muslim.

"Bahwa Yastrib diganti namanya menjadi Madinah, yaitu kota yang Rahmatan Lil alamin dan sistemnya muatonah (Kewarganegaraan) serta haknya semua sama," katanya.

Ia pun mengisahkan, ada seorang warga Muslim yang memukul seorang non-Muslim hingga langsung meninggal dunia, maka seketika Nabi Muhammad SAW marah dan berkata,"Barang siapa yang membunuh non-Muslim akan berlawanan dengan saya, dan sesungguhnya orang tersebut tidak dapat masuk syurga."

Selain itu, kata dia, Syeikh Subakhir yang membawa Islam ke Indonesia, namun banyak yang meninggal dunia ketika di Jawa dikarenakan banyak syaiton di pulau Jawa dan seketika syaiton tersebut diusir ke pantai selatan, sehingga terbitlah 9 wali yang menebarkan agama Islam ke seluruh Indonesia.

"Jadi, untuk membangun interaksi yang baik adalah suatu bentuk dari ahlak yang baik guna membangun kebaikan," terangnya.

Dia juga mengingatkan, bahwa di Timur Tengah banyak terjadi perang karena ahlaknya, bukan karena agamanya, dan itu adalah perbuatan syaiton. Banyaknya orang pintar di bumi ini terutama di luar negeri, namun banyak yang gagal untuk membangun kebersamaan dan kita di Indonesia ini wajib bersyukur karena semakin baik membangun kebersamaan.

Menurutnya, di negara yang mayoritas Islam banyak terjadi perang dan bubar karena perang saudara sesama Muslim, namun kita di Indonesia perlu bersyukur karena tidak terjadi perpecahan seperti di luar negeri, karenanya kita harus tetap menjaganya.

"Saya akan ceritakan perjalanan Prabu Siliwangi yang telah masuk Islam di Tanah Jawa, hingga mempunyai anak dan saya akan ceritakan terkait penyebaran agama Islam di Indonesia. Bahwa pendiri NU dan kakek dari Gusdur sudah punya firasat bahwa Islam akan terjadi pepecahan yang mengakibatkan hancurnya suatu negara, maka kita harus melihat dari negara lain yang hancur karena peperangan dan menjadikannya pelajaran," pesannya.

Untuk itu, dia berharap agar kita semua mempunyai prinsip Nasionalisme dan religius, karena hal tersebut adalah jalan terbaik untuk menghindari peperangan serta teruntuk kemajuan negeri ini.

Dan umat itu tergantung budayanya bukan agamanya dan walaupun agamanya benar namun budayanya hancur, maka akan terjadi perpecahan.

"Budaya di negeri ini harus kita junjung tinggi karena tinggi nilai toleransinya dan menjadikan negara ini kompak dan maju karena saling bahu membahu. Semoga kita semua dalam mengabdi kepada Negara ini senantiasa selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT, Amiin," tukasnya.

Sebagai informasi, bahwa dengan adanya pelantikan Dai Kamtibmas yang dilaksanakan di Polres Metro Bekasi Kota, bertujuan agar membangun komunikasi yang kondusif antara para Dai, Alim Ulama dan Tokoh Agama dengan Polri untuk membangun kesamaan pandangan dalam menjaga Kamtibmas bersama Islam yang Rahmatan Lil alamin, serta membangun masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan fitnah, Hoax, hasutan dan ujaran kebencian yang mengakibatkan terpecahnya persatuan dan kesatuan dalam beragama bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bahwa selama berlangsungnya pelaksanaan kegiatan pelantikan Dai Kamtibmas Kota Bekasi dan ceramah wawasan kebangsaan di Polres Metro Bekasi Kota, setiap tamu undangan yang hadir turut serta dilakukan test rapid dan swab guna meminimalisir cluster Covid-19.

Dan selama berlangsungnya pelaksanaan kegiatan pelantikan Dai Kamtibmas Kota Bekasi dan ceramah wawasan kebangsaan berjalan aman, lancar dan kondusif. [mt]


Komentar Pembaca