Berhasil Lakukan Harmonisasi Kehidupan Beragama, Kota Bekasi Raih Harmony Award.

Daerah  SELASA, 05 JANUARI 2021 | 15:30 WIB | Giri Sasongko

 Berhasil Lakukan Harmonisasi Kehidupan Beragama, Kota Bekasi Raih Harmony Award.

foto/net

Moeslimchoice. Kementerian Agama (Kemenag) memberikan Harmony Award kepada daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas sumbangsih dan kontribusi mereka dalam pembangunan kehidupan dan kerukunan umat beragama.

Penghargaan diberikan bersamaan dengan upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke 75 Kemenag 2021. 

Ada dua kategori dalam penghargaan tersebut, yaitu kategori pertama 'Kehidupan Keagamaan Paling Rukun', Sedangkan kategori kedua 'FKUB Berkinerja Terbaik' yang diberikan untuk lima FKUB Provinsi, lima FKUB Kabupaten, dan lima FKUB Kota.

Hadir saat Penyerahan penghargaan, yakni Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas beserta Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Kota Bekasi tahun ini kembali menerima penghargaan tersebut. Penghargaan 'Harmony Award' ini diberikan langsung oleh Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid kepada Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kemasyarakatan, UU Saiful Mihdar mewakili Wali Kota Bekasi.

'Harmony Award' adalah penghargaan yang diberikan Kemenag kepada pihak-pihak yang dianggap berhasil melakukan harmonisasi kehidupan beragama. 

Karena keberhasilan yang dilakukan para pimpinan daerah, tokoh agama maupun lembaga-lembaga keagamaan seperti FKUB, peran penyuluh agama, maupun pendidikan membawa keharmonisan masyarakat.

Wakil Menteri Agama RI mengatakan, keberhasilan Kota Bekasi meraih 'Harmony Award' bukanlah proses yang sekejap. Melainkan, perlu proses yang cukup panjang untuk menghasilkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan prestasi ini sangat membanggakan serta harus dipertahankan.

"Apa yang diraih Kota Bekasi perlu dipertahankan karena prosesnya sangat panjang," katanya, Selasa (5/1/2021).

Ia juga mengatakan, Indonesia termasuk Kota Bekasi merupakan masyarakat yang dinamis dan apa yang telah dicapai harus dijaga, dirawat dipelihara dan dikembangkan kehidupan agama yang harmonis. 

"Indonesia memiliki masyarakat yang beragam, karena itulah sampaikan kepada anak didik kita, kepada masyarakat bahwa sebesar apapun perbedaan antara kita tidak bisa dijadikan alasan untuk saling menafikan, menegasikan atau merendahkan satu sama lain," kata Wamenag.

"Kota Bekasi memang merupakan salah satu dari 27 wilayah di Jawa Barat yang unik dan memiliki keberagaman budaya dan agama di masyarakatnya. Berkat peran Pemerintah Daerah, FKUB Kota Bekasi dan tokoh agama di Kota Bekasi, keharmonisan dalam kehidupan beragama dan bernegara dapat ditegakan," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca