Herman Deru: Jangan Meminta Sumbangan Masjid di Jalan-jalan

Tentang Sumsel  SABTU, 19 DESEMBER 2020 | 07:15 WIB

Herman Deru: Jangan Meminta Sumbangan Masjid di Jalan-jalan

Para pengurus masjid  di Sumatera Selatan (Sumsel) diingatkan kembali untuk tidak memungut sumbangan di jalan-jalan. Jika ada rehab atau pembangunan masjid lebih baik disampaikan dengan terbuka pada pemerintah daerah setempat. Hal ini penting sebagai tindakan menjaga nama baik muruah Islam.

"Di Sumsel ini mayoritas beragama Islam. Kalau membutuhkan biaya pembangunan masjid, cara yang paling tepat dengan meminta  kepada pemerintah bukan malah memungut sumbangan di pinggir jalan. Selain akan mecoreng nama baik agama kita. Juga sangat membahayakan bagi pengguna jalan,” ungkap Gubernur  H Herman Deru   saat menyampaikan sambutan di safari Jumatnya  di Masjid Raya Sukur, Kecamatan 19 Ilir, Palembang, Jumat (18/12/20).

Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengajak  pengurus masjid agar senantiasa menjaga  marwah agama Islam di tengah masyarakat Sumsel.  Salah satunya dengan tidak meminta sumbangan untuk biaya pembangunan masjid di jalan-jalan umum.

“Jangan memungut sumbangan untuk masjid di jalan, karena rawan bagi keselamatan orangnya. Selanjutnya pasti adanya penyempitan jalan, maka berpotensi terjadi kerusakan jalan karena kendaraan harus melewati satu jalur karena ada penyempitan,” ucapnya.

Aktivitas pungutan sumbangan rumah ibadah di jalan umum  ungkap Herman Deru juga berpotensi akan membuka  peluang terjadinya praktek  korupsi jika yang mengurus sumbangan tersebut tidak jujur. Dan terakhir, harga diri dan marwah umat Islam sebagai masyarakat terbanyak di Sumsel ikut tercoreng.

“Umat Islam di Sumsel banyak yang kaya, banyak yang jadi pejabat yang siap membantu. Mungkin caranya memintanya saja perlu kita benahi agar orang-orang dermawan ini tertarik untuk menyumbang,” ucapnya.

Herman Deru menyebutkan, jumlah masjid di Sumsel sangat banyak. Di kota  Palembang saja ada dua  ribuan masjid, baik yang dibangun secara mandiri, berkelompok, swadaya dan sebagainya.

“Jangan ragu untuk berbicara kepada pemimpin (pejabat) terkait kebutuhan ibadah. Safari Jumat yang saya lakukan sejak 2005, ini sebagai upaya untuk memberikan bantuan dan menghidupkan semangat beribadah masyarakat agar lebih baik lagi kedepannya,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, H Herman Deru juga memberikan bantuan untuk mempercepat proses pembangunan Masjid Raya Sukur, Kecamatan 19 Ilir, Palembang.

Usai melaksanakan Shalat Jumat, Herman Deru juga menyempatkan diri berbincangan bersama masyarakat sekitar serta memberikan bantuan  salah satu warga sekitar yang kurang biaya dalam melakukan renovasi rumah yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid tersebut.[ros]

 


Komentar Pembaca