Paiker Miliki Banyak Banyak Objek Wisata

Wisata  JUMAT, 18 DESEMBER 2020 | 15:15 WIB | Rahmad Romli

Paiker Miliki Banyak Banyak Objek Wisata

Pasemah Air Keruh (Paiker) selain memiliki alam yang indah, penghasil beras terbesar di Kabupaten Empat Lawang. Kecamatan ini juga terkenal dengan kulinernya yang khas seperti lemang ikan, lengkok dan gunjing.

Leih dari itu, Kecamatan Paiker memiliki bangunan tua yang disebut Ghuma Baghi (Rumah Kuno), yang telah berusia sampai ratusan tahun dan dihiasi ornamen yang menarik.

Rumah berbahan kayu kelas satu yang tahan cuaca dan rayap ini berukuran besar. Rata-rata rumah sudah didiami 3 sampai 4 generasi.

Erik salah satu warga desa nanjungan yang mengikuti peliputan baru tahu jika rumah yang dia naiki merupakan rumah "ninek puyang" keluarga besar mereka,  yang awalnya berasal dari Desa Padang Gelai.

Di Desa Padag Gelai tersebar puluhan Ghuma Baghi yang disainnya hampir sama. Yang membedakan hanya ukuran. Ada juga Ghuma Baghi yang bentuknya mirip Rumah Limas khas Palembang.

Sayangnya, di antaranya sekian banyak Ghuma Baghi ada yang perlu diperbaiki, terutama bagian lisplang yang dipenuhi ukiran khas.

"Selain di Desa Padang Gelai, Gghuma Baghi tersebar di beberapa dusun tue (Desa Lama) seperti di Nanjungan," kata Erik.

 Noperman Subhi, Camat Paiker, mengaku bahwa dirinya takjub dengan adanya bangun tua yang masih berdiri kokoh di beberapa desa di wilayah kerjanya itu. Rumah-rumah tersebut jadi simbol eksistensi masyarakat Paiker.

Menurut Camat ini, apabila dikelola sedemikian rupa Ghuma Baghi memiliki nilai jual sebagai obyek wisata sejarah. Karena tidak ada salahnya para wisatawan kelak dapat merasakan sensasi tinggal di rumah tersebut dengan segala keunikannya. Seperti  wisatawan bisa mandi di aliran Sungai Ayik Kegho yang ada di belakang desa.

Ghuma baghi yang ada di Padang Gelai rata-rata di bangun didekat sungai yang di sekitarnya pun terdapat persawahan ataupun perkebunan masyarakat,  yang juga bisa dikunjungi dengan segala aktivitasnya.

Camat yang baru satu tahun mengabdi di Paiker ini berharap, selesainya pembangunan jembatan dan pelebaran akses jalan yang menghubungkan Padang Tepong (Ulu Musi) sampai Talang Padang (Paiker, membuat aman dan nyaman masyarakat keluar masuk ke-15 desa di sana.

"Stigma masyarakat luar yang mengatakan Paiker jauh dan jalannya jelek akan hilang apabila infrastruktur jembatan dan jalan selesai serta potensi wisata yang ada, khususnya peninggalan ghuma baghi dapat dikelola dengan cerdas untuk meningkatkan ekonomi warga masyarakat," kata Noperman. [ros]


Komentar Pembaca