Pilkada serentak 2020 Nyaris Tanpa Keriuhan

Opini  RABU, 09 DESEMBER 2020 | 15:03 WIB | Irmayani

Pilkada serentak 2020 Nyaris Tanpa Keriuhan

Bagindo Togar / net

Hari ini, 9 Desember 270 kabupaten kota provinsi se Indonesia menyelenggarakan Pilkada Serentak.

7 kabupaten diantaranya berada di wilayah provinsi Sumatera Selatan.  

Bila dicermati secara seksama publik mencermati Pilkada serentak di Sumsel ini sepertinya hanya terdengar sekedar sayup-sayup dexibelnya. Bahkan di kabupaten tempat Pilkada serentak itu dilaksanakan, kampanye mainstream, medsos dan blusukan-blusukan terhadap para warga terkesan apa adanya.

Lebih ironis lagi di kabupaten yang memiliki paslon tunggal atau melawan kolom kosong jelas "sepi n senyap" tanpa respon yang relatif wajar dari publik.

Juga berlansung di kabupaten Oku Timur terkesan sama padahal cost politik yang di gelontorkan para Paslon tergolong cukup besar. Tidak sepadan terhadap  partisipasi yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.  

Kemudian di kabupaten Muratara dan Kabupaten Musi Rawas, tergolong kondisi sosial nya relatif sama juga dengan 3 kabupaten yang disebut kan sebelumnya. Dimana cenderung  merepresentasikan event atau aktivitas demokrasi yang puncaknya hari ini dapat dikatakan berada di kabupaten Ogan Ilir dan kabupaten PALI.

Argumentasi serta alasan-alasan imperikal sederhana mengapa realitas politik yang terurai diatas terjadi saat ini, permasalahan pandemik Covid 19 menjadi penyebab utama, kemudian tidak optimal nya dan solidnya partai Politik dalam menggerakkan instrumen kelembagaanya dalam memenangkan Paslon yang di dukung, minusnya kreativitas inovasi dan militansi dari para team pemenangan, performa dan teknik komunikasi politik dari para Paslon cenderung sangat rendah kwalitas akademik nya dan yang terakhir adalah, begitu  menyengat peran nya aroma "adu distribusi" amunisi antar Paslon maupun para funder.mendekati saat pencoblosan. [Bagindo Togar / Pemerhati Politik/ Forum Demokrasi Sriwijaya]


Komentar Pembaca