PT HBAP Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan, Ini Buktinya..

Laporan Edwinsah Satria

Tentang Sumsel  SABTU, 28 NOVEMBER 2020 | 09:05 WIB

PT HBAP Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan, Ini Buktinya..

Dinilai telah berhasil memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) menerima Sertifikat Verifikasi Teknologi dari Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI).

Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan alat yang digunakan oleh HBAP adalah “Water Intake System with Natural Cleaning System. Sedangkan Sertifikat Verifikasi Teknologi dari IATI diserahkan oleh Sekretaris Jenderal IATI Yanto Sugiharto kepada Mr Zhou Qinke, Presiden Direktur PT Huadian Bukit Asam Power HBAP.

Listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 rencananya akan dialirkan ke Jawa dengan menggunakan High Voltage Direct Current (HVDC), kini dialirkan untuk Sumatera grid menggunakan jalur transmisi extra high voltage 500 kV.

Suplay kebutuhan listrik di Jawa dinilai sudah cukup, maka listrik dari PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dialihkan untuk kebutuhan listrik Sumatera.

Oleh karena itu, HBAP selain membangun PLTU juga akan membangun jalur transmisi dari PLTU Sumsel 8 ke gardu induk PLN DI Muara Enim sejauh 45 km.

Teknologi PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 gunakan teknologi baru yang biasa digunakan oleh PLTU, sebagai contoh teknologi yang biasa digunakan adalah sub critical kemudian berubah menjadi super critical sehingga menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan termasuk teknologi “WATER Intake with Natural Cleaning “ yang VERIFIKASI teknologinya dilakukan oleh IATI.

Teknologi yang akan digunakan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 sebelumnya telah dikembangkan oleh Huadian Technology dalam upaya mendukung efisiensi energi dan teknologi yang ramah lingkungan.

Konstruksi PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 telah dimulai pada awal 2019, dengan rencananya masa konstruksi 42 bulan untuk unit I dan 45 bulan untuk unit II.

Sehingga, diharapkan akan mencapai Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2022 untuk unit I dan tahun 2023 untuk unit II.

“Selain teknologi WATER Intake with Natural Cleaning yang telah mendapatkan verifikasi teknologi dari  IATI HBAP masih memiliki teknologi lain yang mungkin nantinya juga akan dilakukan verifikasi teknologi oleh IATI untuk dilakukan verifikasi teknologi, seperti teknologi BOILER yang hemat energi dan teknologi cerobong asap yang ramah lingkungan” sebagaimana dikatakan Vice Presiden HBAP Dody Arsadian.

IATI atau Ikatan Auditor Teknologi Indonesia adalah organisasi profesi para auditor teknologi Indonesia yang diiniasi pembentukannya pada tahun 2006 oleh BPPT/Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan saat ini mempunyai anggota lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan mulai professional, akademis, peneliti, perekayasa, penyidik dsb.

“Pendirian IATI bertujuan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan daya saing teknologi dan industry di Indonesia serta juga menumbuhkembangkan inovasi hasil karya anak bangsa dengan melakukan verifikasi teknologi” ujar Yanto Sugiharto selaku sekjen IATI.

Proses verifikasi teknologi dimulai dengan pengajuan permohonan verifikasi kepada IATI, yang kemudian dilanjutkan dengan pengisian form yang harus diisi untuk kemudian diserahkan ke IATI dengan dilampirkan beberapa bukti teknologi.

Jika proses administrasi sudah memenuhi syarat maka dilanjutkan dengan rapat Komite Teknis yang dibentuk IATI dan dilakukan presentasi serta diskusi dengan pihak pemohon, jika hasil rapat memutuskan lolos verifikasi maka pemohon akan diberikan sertifikat verifikasi teknologi oleh IATI.

“Hal ini diharapkan dapat menjadi awal kerjasama yang baik antara IATI dan HBAP dalam mengawal pembangunan nasional dan memenuhi kebutuhan energi dalam negri dengan menggunakan teknologi terkini yang ramah lingkungan dan hemat energi dikatakan" Managing Director PT Presindo Dina Suryandari selaku “event organizer verifikasi teknologi dan promosi event yang dihelat oleh HBAP.[ros]

 


Komentar Pembaca