Aneh! Pencopotan Baliho HRS, Gatot 'Dukung' Pangdam Jaya

Nasional  JUMAT, 27 NOVEMBER 2020 | 10:24 WIB

Aneh! Pencopotan Baliho HRS, Gatot  'Dukung' Pangdam Jaya


Tak sedikit publik di negeri ini mengira-ngira Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo adalah sosok yang disusupkan pemerintah. Terlebih setelah dia diminta mengomentari tidnakan Prajurit TNI mencopot baliho bergambar imam besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

 Saat sebagian orang memprotes dan mempertanyakan sah tidaknya tindakan para Prajurit TNI atas perintah Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrahcman tersebut, Gatot yang merupakan salah satu Presidium Koalisis Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bersikap ambigu.

Jangankan pernyataan tegasnya memprotes tindakan para Anggota TNI tersebut, Gatot bahkan bahkan mengaku dirinya tidak mau menyalahkan siapa-siapa dalam hal itu.

"Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa. Secara konstitusi, sama-sama kita tahu ada batasan-batasan yang dilakukan seorang panglima bahwa dalam memberikan bantuan itu ada aturan pelibatan satuan TNI pada masa damai," kata mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di acara konferensi pers KAMI yang digelar virtual di Jakarta kemarin, Kamis (26/11/2020).

Gatot mengatakan, TNI memang boleh memberikan bantuan kepada Polri atau pemerintah daerah, tetapi harus melalui aturan pelibatan.

"Kalau menurunkan baliho membantu Satpol PP itu perintah atasan, yakni atasan operasionalnya adalah Panglima TNI, atau bisa juga Presiden, maka Pangdam Jaya tidak salah," katanya.

Kalau Pangdam Jaya memerintahkan penurunan baliho tanpa ada perintah dari atasannya,  pasti dia akan ada teguran.

 "Saya tidak bisa langsung judge Pangdam Jaya salah atau tidak. Lihat saja, kalau itu perintah Panglima TNI atau Presiden, ya, tidak bisa disalahkan. Kalau ternyata tidak ada perintah, tunggu saja teguran," katanya.

Dalam kesempatan itu, Gatot menerangkan bahwa dalam pelibatan TNI tidak boleh menggunakan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk tempur.

"Contoh, pesawat angkut, kapal rumah sakit (RS), kapal angkut boleh digunakan, tetapi alutsista kendaraan taktis tidak digunakan dalam memberikan bantuan karena dalam kondisi tertib sipil, bukan darurat sipil atau darurat militer," jelasnya.[ros]


Komentar Pembaca
Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Mui Marah Jokowi Sahkan Miras

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:05

Istri Gibran Jadi Sorotan

Istri Gibran Jadi Sorotan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:47