Bakal Ada Denda dan Kurungan Penjara Bila Merokok Sembarangan di Aceh

Daerah  KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 17:05 WIB | Sunarya Sultan

Bakal Ada Denda dan Kurungan Penjara Bila Merokok Sembarangan di Aceh

Foto/net

Moeslimchoice | Qanun atau perda kawasan tanpa rokok (KTR) akan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Qanun itu bakal disahkan pada Desember 2020 mendatang.

Rancangan qanun itu juga mengatur lokasi larangan merokok, seperti fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan.

Sanksi diberikan apabila ada yang melanggar karena merokok di area tersebut, sanksinya berupa denda dan hukuman penjara.

"Sanksi juga diatur, berupa dipidana kurungan penjara paling lama 3 hari dan atau denda paling banyak Rp500 ribu," jelas Ketua Pansus KTR, Purnama Setia Budi, Kamis (26/11/2020).

Selain itu, Qanun KTR tersebut juga mengatur tentang larangan memproduksi atau membuat rokok, menjual dan atau membeli rokok, menyelenggarakan iklan rokok dan atau mempromosikan rokok di KTR.

Disebutkan Purnama, apabila hal tersebut dilanggar maka pelanggarnya bisa dipidana berupa kurungan paling lama 7 hari dan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Rancangan qanun tersebut sudah digelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dan mendapat masukan dari berbagai pihak. Masukan-masukan tersebut akan menjadi pertimbangan tim pansus untuk menyempurnakan rancangan qanun ini.

Pihaknya menargetkan rancangan qanun rampung dan dapat disahkan pada 23 Desember 2020 mendatang.

Sebagai informasi, DPR Aceh juga sudah 3 kali mengajukan rancangan qanun tersebut, namun selalu gagal karena dalam perjalanannya tak dilakukan pembahasan.

"Qanun ini sudah beberapa kali diinisiasi, ini adalah yang keempat, beberapa kali diajukan tidak jadi dibahas. Dan ini menjadi tantangan buat kita, supaya qanun ini bisa berjalan sesuai yang kita harapkan bersama," tutupnya. [ary]


Komentar Pembaca