Turki Akan Mulai Umumkan Jumlah Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala

Internasional  KAMIS, 26 NOVEMBER 2020 | 12:30 WIB

Turki Akan Mulai Umumkan Jumlah Kasus Positif Covid-19 Tanpa Gejala

foto/net

Turki mencatat terdapat 28.351 kasus positif virus corona baru dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/11), termasuk 6.814 kasus dengan gejala. 

Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca mengatakan hal tersebut. Dan ini merupakan yang pertama kalinya, Turki mengumumkan jumlah kasus virus corona sejak Juli 2020.

Jumlah tersebut, sejauh ini merupakan yang tertinggi yang dilaporkan oleh pemerintah sejak wabah dimulai. Tertinggi dalam jumlah harian sebelumnya, yang hanya mencakup kasus gejala sebanyak 7.381 kasus, yang tercatat pada Selasa (24/11).

Ankara hanya melaporkan kasus simptomatik (bergejala) sejak musim panas, yang menurut para kritikus hal itu untuk menutupi jumlah kasus yang sebenarnya dari wabah itu.

Selama konferensi pers pada Rabu (25/11), Koca secara tak terduga mengatakan Ankara akan mulai mengumumkan jumlah totalnya.

"Sejalan dengan permintaan dari masyarakat kami, kami berencana untuk memasukkan kasus positif yang tidak menunjukkan gejala dalam tabel harian," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa sekitar 80% orang yang dites positif tidak menunjukkan gejala atau gejala ringan.

Data Kementerian Kesehatan pada Rabu (25/11) menunjukkan 168 orang telah meninggal karena COVID-19 dalam 24 jam terakhir, terbesar sejak awal wabah, sehingga jumlah total yang meninggal akibat covid-19 menjadi 12.840 kasus.

Dari data yang ditunjukkan di situs Kementerian Kesehatan, bahwa jumlah Pasien dengan gejala total sebanyak 467.730 kasus pada Rabu (25/11). Sementara untuk jumlah kasus positif yang tidak bergejala, yang selama ini tidak dicantumkan atau diumumkan, Koca mengatakan akan mulai dimasukkan dalam tabel dalam beberapa hari mendatang.

Secara terpisah, Koca mengatakan, bahwa Turki telah menandatangani kontrak untuk membeli 50 juta dosis vaksin COVID-19 dari China's Sinovac Biotech Ltd.

"Yang penting di sini kami mulai menggunakan vaksin yang dikenal efektif dan andal. ... Saya pikir kalender vaksinasi bisa dimulai pada 11 Desember," kata Koca.

Vaksin COVID-19 eksperimental Sinovac, CoronaVac, memicu respons imun yang cepat, tetapi tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah daripada pada orang yang telah sembuh, hasil uji pendahuluan menunjukkan. [mt/AN]


Komentar Pembaca