Oh ! Ternyata Pemerintah Indonesia Sering Bujuk HRS Untuk Pulang ke Indonesia

Nasional  RABU, 25 NOVEMBER 2020 | 11:05 WIB

Oh ! Ternyata Pemerintah Indonesia Sering Bujuk HRS Untuk Pulang ke Indonesia

Habib Rizieq Shihab / net

Tiga tahun berada di Arab Saudi, ternyata pemerintah sering menawari Habib Rizieq untuk pulang ke Indonesia.

Bahkan demi kelancaran, Habib Rizieq ditawari pulang dengan jet pribadi.

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah kembali ke Indonesia pada Selasa (10/11/2020) lalu.

Juru Bicara FPI Munarman menyebut, pihak pemerintah Indonesia sempat gencar membujuk-bujuk Habib Rizieq agar mau pulang ke Indonesia.

Bahkan Munarman menyebut, kala itu Habib Rizieq ditawari untuk menggunakan jet pribadi agar bisa segera pulang ke tanah air.

Cerita itu diungkapkan oleh Munarman lewat acara podcast YouTube Akbar Faizal Uncensored, Selasa (24/11/2020).

Munarman mengatakan, bujuk rayu pemerintah Indonesia terjadi pada tujuh bulan pertama Habib Rizieq berada di Arab Saudi.

Ia mengatakan sejak Mei hingga Desember 2017, banyak orang-orang dari pemerintah Indonesia yang ia sebut membujuk Habib Rizieq agar segera pulang ke tanah air.

"Itu upaya-upaya membujuk Habib Rizieq pulang kencang sekali," ungkap Munarman.

"Dari pihak pemerintah Indonesia?" tanya Akbar Faizal.

"Iya," jawab Munarman.

Munarman mengatakan, bujukan-bujukan itu datang dari individu, bukan melalui mekanisme resmi negara.

"Tentu saja melalui orang-orangnya," kata Munarman.

"Bahkan ada dulu itu tawaran untuk dijemput dengan jet pribadi," terang Munarman.

Munarman tak menyebutkan nama siapa sosok yang menawari Habib Rizieq untuk pulang menggunakan jet pribadi.

"Itu orangnya masih ada sampai sekarang," kata Munarman.

"Mereka menawari yang indah-indah."

Berdasarkan penjelasan Munarman, pemerintah Indonesia kala itu giat membujuk Habib Rizieq agar segera pulang karena status Habib Rizieq saat itu masih menjadi tersangka.

"Sehingga dugaan saya dipulangkan itu memang untuk diproses hukum," kata Munarman.

Seperti yang diketahui, kala itu Habib Rizieq tengah terlibat kasus dugaan pornografi.

Pada saat itu dua tersangka yang telah ditetapkan oleh negara adalah Habib Rizieq dan Firza Husein.

Saat itu Habib Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Sedangkan Firza disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. [irm]


Komentar Pembaca