Guru Ngaji Kena Begal, Wakapolres Metro Bekasi Kota Berikan Pengganti

Daerah  SELASA, 24 NOVEMBER 2020 | 23:30 WIB | Giri Sasongko

Guru Ngaji Kena Begal, Wakapolres Metro Bekasi Kota Berikan Pengganti

foto/net

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal, S.IK, M.Hum, peduli dengan seorang guru ngaji, Abdul Hakim, yang menjadi korban aksi pembegalan saat akan berangkat shalat Shubuh di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School, Kampung Sawah, yang mengakibatkan sepeda motor Honda Beat nopol B-4818-KIP bersama telepon genggam miliknya ikut diambil pelaku, Minggu (15/11/2020) pukul 04.00 pagi.

"Kejadian pagi Shubuh, pelaku diperkirakan 8 orang dengan mengendarai 4 sepeda motor, salah satunya membawa sajam berupa celurit untuk menakuti korban dan saat ini pelaku dalam pengejaran polisi," ungkap Wakapolres.

Akibat aksi yang dialami guru ngaji yang baru menikah 2 bulan asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini, Polres Metro Bekasi Kota peduli dengan memberikan satu buah sepeda motor bukan baru (Bekas) beserta STNK dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) untuk diberikan kepada korban.

"Sebagai bentuk kepedulian Polri kepada korban sebagai guru ngaji, kita berikan pengganti motornya yang dibegal, untuk dipakai dalam melakukan kegiatannya sebagai guru mengaji," kata Alfian.

Sementara itu, Kapolsek Pondok Gede, Kompol Jimmy M Simanjutak, S.IK, menerangkan, saat itu korban mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat B-4818-KIP. Sampai di lokasi, ada dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor matic menyenggol korban hingga terjatuh,

"Salah satu pelaku mengeluarkan celurit, korban takut karena itu, guru ngaji ini menyelamatkan diri dan pergi meninggalkan sepeda motor miliknya," kata Jimmy.

Tidak lama kemudian, korban masih melihat ada beberapa rombongan kawan-kawan pelaku datang.

"Pelaku lalu membawa sepeda motor korban serta barang berharga yang ada di sepeda motor korban," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca